Pasar Tiongkok Makin Terbuka, KKP Perluas Pintu Ekspor Produk Perikanan
Senin, 01 Jun 2026, 11:40 WIBJAKARTA â Upaya memperluas akses ekspor produk perikanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan di pasar global.
Pembukaan akses ke lebih banyak negara tujuan ekspor tidak hanya memperbesar peluang penjualan dan devisa negara, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas, standar keamanan pangan, serta efisiensi rantai pasok.
Di sisi lain, perluasan pasar ekspor dapat memberikan nilai tambah bagi nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan karena permintaan yang lebih luas berpotensi meningkatkan produksi dan pendapatan secara berkelanjutan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas akses ekspor produk perikanan nasional ke Tiongkok setelah lebih dari 600 unit pengolahan ikan (UPI) memperoleh izin resmi untuk memasuki pasar negara tersebut.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini mengatakan pihaknya selaku competent authority (CA) jaminan mutu ikan Indonesia yang diakui Tiongkok, membawa lebih dari 600 UPI memperoleh register number atau izin untuk melakukan kegiatan ekspor produk perikanan ke Negara Tirai Bambu itu.
"Terbaru, CA Tiongkok (General Administration of Customs of the People's Republic of China/GACC) mengeluarkan izin bagi delapan UPI baru pada Senin, 11 Mei lalu, sehingga total menjadi 638 unit UPI," kata Ishartini dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5).
Dia menyampaikan GACC Tiongkok selaku mitra kerja KKP telah menyetujui proposal pengajuan bagi delapan UPI tersebut yang disampaikan melalui jalur bilateral channel Mutual Recognition Arrangement (MRA) sehingga per 11 Mei 2026 kedelapan UPI tersebut sudah bisa melakukan kegiatan ekspor ikan ke negara itu.
Ia menyebutkan delapan UPI baru yang telah lolos dan segera bisa memulai kegiatan ekspor ikan ke Tiongkok adalah PT Duta Mitra Semesta, PT BPH Global Indonesia, CV Daniel Nathania Fishery, PT Bintang Samudera Pratama, PT Ramantha Kawanua Indonesia, PT Marindo Jaya Maros, PT Jaya Mega Samudra, dan PT Zhongyi Supply Chain Services.
Ishartini menambahkan saat ini terdapat 1.080 jenis komoditas perikanan yang diekspor dari Indonesia ke Tiongkok.
Adapun untuk kinerja ekspor ke Tiongkok tahun 2025 volumenya sebesar 491.528 ton dengan nilai 1,04 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp17,46 triliun.
Sebanyak 10 komoditas perikanan utama di antaranya frozen squid, eucheuma cottonii seaweed, gracilaria seaweed, frozen ribbon fish, eucheuma cottonii, dried eucheuma cottonii seaweed, dried gracilaria seaweed, eucheuma spinosum, frozen leather jacket fish, dan frozen croaker fish.
Dia mengimbau seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait yang telah mendapatkan akses ekspor ke berbagai negara untuk senantiasa menjaga komitmen dan konsistensi dalam menerapkan standar sanitasi, higiene serta prinsip keamanan pangan baik di dalam rantai produksi maupun lingkungan sekitar fasilitasnya.
"Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan untuk selalu memastikan kualitas produk agar tetap terjaga, sehingga menjadikan industri perikanan Indonesia makin maju dan menjadi penguasa di era pasar bebas.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
HNW Minta BP Haji Segera Negosiasikan Kuota Haji demi Pangkas Antrean Jemaah
-
ULM Jadi Universitas Terbaik di Luar Pulau Jawa versi AD Scientific Index
-
Tembus Pasar AS dan Eropa, Ikan Nila Jadi Andalan Baru Ekspor Perikanan RI
-
Mentargetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di NTB
-
Final Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan dan Raymond/Nikolaus Jaga Asa Tuan Rumah
-
Pemeriksaan kelaikan angkutan umum Lebaran
-
Rayu Investor Jepang, Presiden Prabowo Pamerkan Return on Asset hingga 300 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.