Paraguay Kembali ke Piala Dunia Setelah 16 Tahun, Gustavo Alfaro Bangkitkan Mimpi La Albirroja

Senin, 01 Jun 2026, 07:15 WIB

Setelah absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, Paraguay akhirnya kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia. La Albirroja memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan membawa harapan baru bagi jutaan pendukungnya yang telah menanti selama 16 tahun untuk melihat tim nasional mereka bersaing kembali di level tertinggi.

Terakhir kali Paraguay tampil di putaran final terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu mereka mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah dengan menembus perempat final sebelum disingkirkan juara dunia Spanyol melalui gol tunggal David Villa.

Ket. Foto: Ilustrasi timnas Paraguay. — Sumber: AFP

Kini, kesempatan baru hadir di Amerika Utara. Dengan skuad yang memadukan pengalaman dan talenta muda serta sentuhan pelatih Gustavo Alfaro, Paraguay datang bukan sekadar untuk meramaikan turnamen, melainkan berupaya mengulangi bahkan melampaui prestasi bersejarah yang pernah mereka raih.

Kebangkitan Paraguay tidak lepas dari peran Gustavo Alfaro. Pelatih asal Argentina itu mengambil alih tim pada Agustus 2024 ketika situasi masih jauh dari ideal. Saat itu Paraguay hanya mengumpulkan lima poin dari enam pertandingan awal kualifikasi zona CONMEBOL.

Namun Alfaro segera membawa perubahan signifikan. Dalam konferensi pers pertamanya, ia menegaskan ambisinya untuk membangun tim yang sulit dikalahkan dan memiliki mental bertarung tinggi.

Debutnya menghasilkan hasil imbang tanpa gol melawan Uruguay di Montevideo. Setelah itu performa Paraguay terus meningkat hingga berhasil mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.

Di bawah kepemimpinannya, Paraguay hanya menelan satu kekalahan dari 12 pertandingan kualifikasi. Mereka juga mencatat kemenangan penting atas dua raksasa Amerika Selatan, Brasil dengan skor 1-0 dan Argentina 2-1.

Meski sukses mengantar Paraguay lolos ke putaran final, Alfaro menegaskan target timnya tidak berhenti di sana. Ia ingin Paraguay tampil kompetitif dan bertahan selama mungkin di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Bagi para pendukung Paraguay, Piala Dunia 2010 masih menjadi kenangan paling membanggakan.

Tergabung di Grup F bersama Italia, Slovakia, dan Selandia Baru, Paraguay tampil impresif dengan memuncaki klasemen. Hasil imbang melawan Italia serta kemenangan atas Slovakia menjadi modal untuk melangkah ke babak gugur.

Pada babak 16 besar, mereka menyingkirkan Jepang melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.

Perjalanan berlanjut ke perempat final menghadapi Spanyol. Dalam salah satu pertandingan paling dramatis di turnamen tersebut, Paraguay memberikan perlawanan sengit kepada calon juara dunia. Oscar Cardozo gagal memanfaatkan penalti, sementara kiper Justo Villar sempat menggagalkan tendangan penalti Xabi Alonso.

Harapan Paraguay bertahan hingga tujuh menit menjelang laga usai sebelum David Villa mencetak gol yang memastikan kemenangan Spanyol 1-0.

Meski tersingkir, pencapaian menembus delapan besar tetap menjadi prestasi terbaik dalam sejarah sepak bola Paraguay.

Paraguay termasuk salah satu peserta Piala Dunia edisi perdana pada 1930 di Uruguay. Sejak saat itu mereka menjadi salah satu kekuatan tradisional Amerika Selatan yang kerap tampil kompetitif di level internasional.

Selain perempat final 2010, beberapa penampilan lain juga meninggalkan kesan mendalam.

Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Paraguay berhasil lolos ke fase gugur tanpa menelan kekalahan. Sementara pada Piala Dunia 1998 di Prancis, mereka hampir menyingkirkan tuan rumah Prancis di babak 16 besar sebelum akhirnya kalah akibat gol emas Laurent Blanc pada menit ke-114.

Era tersebut juga melahirkan sejumlah legenda seperti Jose Luis Chilavert, Carlos Gamarra, Roque Santa Cruz, hingga Nelson Cuevas.

Nelson Cuevas masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Paraguay di Piala Dunia dengan tiga gol. Dua gol dicetaknya saat menghadapi Slovenia pada Piala Dunia 2002, sementara satu gol lainnya lahir ketika menghadapi Trinidad dan Tobago pada edisi 2006.

Untuk rekor penampilan terbanyak, dua nama berbagi posisi teratas. Denis Caniza dan Roque Santa Cruz sama-sama mengoleksi 12 pertandingan Piala Dunia bersama Paraguay.

Caniza tampil dalam empat edisi berbeda, sedangkan Santa Cruz menjadi ikon generasi emas Paraguay yang tampil di putaran final 2002, 2006, dan 2010.

Paraguay memasuki Piala Dunia 2026 dengan sejumlah pemain yang menjadi tulang punggung kebangkitan mereka di kualifikasi.

Kapten Gustavo Gómez tetap menjadi pemimpin di lini belakang. Di sektor tengah, Paraguay mengandalkan kreativitas Miguel Almirón, Diego Gómez, Mathías Villasanti, dan Andrés Cubas.

Sementara di lini depan, Antonio Sanabria, Derlis González, serta saudara kembar Ángel dan Oscar Romero diharapkan mampu menghadirkan ancaman bagi pertahanan lawan.

Paraguay juga membawa sejumlah pemain muda potensial, termasuk bek berusia 19 tahun Diego León yang kini memperkuat Manchester United serta Alexandro Maidana yang baru berusia 20 tahun.

Kombinasi pengalaman dan regenerasi inilah yang membuat Paraguay optimistis menatap turnamen tahun depan.

Setelah penantian panjang selama 16 tahun, lagu kebangsaan Paraguay akan kembali berkumandang di panggung Piala Dunia. Kini, tantangan berikutnya bagi La Albirroja adalah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta yang kembali, melainkan tim yang mampu menciptakan kejutan dan menulis sejarah baru di Amerika Utara.

Daftar Pemain timnas Paraguay untuk Piala Dunia 2026

Pelatih: Gustavo Alfaro (Argentina)

Kiper: Gatito Fernández (Cerro Porteño), Carlos Coronel (São Paulo), Orlando Gill (San Lorenzo), Santiago Rojas (Nacional), Juan Espínola (Barracas Central), Gastón Olveira (Olimpia).

Bek: Gustavo Gómez (Palmeiras), Junior Alonso (Atlético Mineiro), Fabián Balbuena (Grêmio), Omar Alderete (Sunderland), Juan Cáceres (Dynamo Moscow), Blas Riveros (Cerro Porteño), Gustavo Velázquez (Cerro Porteño), Alan Benítez (Libertad), Agustín Sández (Rosario Central), Mateo Gamarra (Cruzeiro), Saúl Salcedo (Newell’s Old Boys), José Canale (Lanús), Diego León (Manchester United), Alexandro Maidana (Talleres), Alcides Benítez (Belgrano), Ronaldo Dejesús (Lanús).

Gelandang: Miguel Almirón (Atlanta United), Mathías Villasanti (Grêmio), Kaku (Al-Ain), Andrés Cubas (Vancouver Whitecaps), Ramón Sosa (Palmeiras), Diego Gómez (Brighton), Damián Bobadilla (São Paulo), Braian Ojeda (Orlando City), Matías Galarza (Atlanta United), Robert Piris Da Motta (Cerro Porteño), Álvaro Campuzano (Libertad), Diego González (Santos Laguna), Hugo Cuenca (Burgos), Maurício (Palmeiras), Lucas Romero (Universidad de Chile).

Penyerang: Oscar Romero (Huracán), Ángel Romero (Corinthians), Antonio Sanabria (Torino), Derlis González (Olimpia), Sebastián Ferreira (Houston Dynamo), Alejandro Romero Gamarra "Kaku" (Al-Ain).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber

Berita Terbaru

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

BPBD Menyebut Asap Karhutla di Jambi Berkurang Dampak Turun Hujan

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Demi Ketahanan Pangan, Tiap Desa Mesti Membangun Dua Hektare Makanan

Warga Kalbar Semakin Melek Transaksi Elektronik, Angka QRIS Mencapai Rp6,5 Triliun  

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak dalam Dua Bulan Terakhir Relatif Stabil ‎

Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS pada Senin (17/8), Kompak Naik di Pegadaian

Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Bulog NTT Tambah 10 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.