Makin Galak, Uni Eropa Perketat Aturan Antikorupsi

Senin, 01 Jun 2026, 22:55 WIB

BRUSSEL - Peraturan baru Uni Eropa bertujuan memperkuat pemberantasan korupsi mulai berlaku pada Minggu (31/5), yang memperkenalkan kerangka hukum yang lebih harmonis untuk mencegah, mendeteksi, dan menghukum korupsi di seluruh negara anggota.

Arahan baru tentang pemberantasan korupsi menetapkan definisi umum untuk pelanggaran utama terkait korupsi, termasuk penyuapan, penggelapan, perdagangan pengaruh, pelaksanaan fungsi publik yang melanggar hukum, menghalangi keadilan, dan pengayaan terkait korupsi, kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan, Senin.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/PHILIPPE HUGUEN/Getty Images

Peraturan tersebut juga menetapkan standar minimum untuk hukuman pidana yang berlaku bagi individu dan badan hukum yang terlibat dalam pelanggaran korupsi.

Berdasarkan arahan tersebut, negara-negara anggota harus memastikan bahwa pihak berwenang memiliki waktu yang cukup untuk menyelidiki dan menuntut kasus korupsi melalui aturan minimum tentang jangka waktu pembatasan.

Kerangka kerja baru itu juga mengharuskan pemerintah untuk melengkapi lembaga penegak hukum dan jaksa dengan alat investigasi yang memadai dan memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui strategi anti-korupsi nasional yang khusus.

“Aturan baru ini merupakan bagian penting dari komitmen kami untuk menegakkan supremasi hukum,” kata Wakil Presiden Eksekutif untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen.

“Bersama dengan Strategi Anti-Korupsi Uni Eropa yang akan datang, aturan ini mengirimkan pesan yang jelas: Komisi ini akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang mengkhianati kepercayaan publik,” katanya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.