Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP3MI NTT Catat 63 Jenazah PMI telah Dipulangkan pada 2026

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BP3MI NTT Catat 63 Jenazah PMI telah Dipulangkan pada 2026 Doc: Antara
Ket. BP3MI NTT memfasilitasi pemulangan satu jenazah PMI asal Kabupaten Flores Timur dari Malaysia di Kargo El Tari Kupang, Sabtu (30/5/2026).

KUPANG - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur mencatat sebanyak 63 jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal provinsi itu telah dipulangkan sejak awal tahun hingga 30 Mei 2026.

“Jenazah hari ini adalah jenazah yang ke-63 di tahun 2026. Dari 63 jenazah, 61 di antaranya merupakan pekerja migran nonprosedural, sementara dua lainnya berangkat secara resmi,” kata Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTT Muhammad Geo Amang di Kupang, Sabtu.

Hal itu disampaikan saat BP3MI NTT bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT serta instansi terkait memfasilitasi pemulangan satu jenazah PMI NTT dari Malaysia. 

Jenazah tersebut atas nama Kosmas Duli Suban Mukin, alamat di Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, dan termasuk salah satu yang nonprosedural.

BP3MI NTT juga mencatat pada 2024 memfasilitasi pemulangan 125 jenazah PMI dan pada 2025 sebanyak 127 jenazah PMI, dengan mayoritas merupakan pekerja migran berstatus nonprosedural.

Geo Amang mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur yang berlaku agar mendapatkan perlindungan secara maksimal.

Menurut dia, pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural atau ilegal kerap tidak memenuhi syarat administratif, termasuk perlindungan kerja yang minim.

“Saya ambil contoh asuransi. Asuransi ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh pekerja migran, sehingga ketika terjadi persoalan di luar negeri mereka dapat ditanggung asuransi atau mendapatkan santunan. Hal ini penting dan patut menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Ia juga berharap pekerjaan ke luar negeri tidak dijadikan profesi seumur hidup, melainkan sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kesejahteraan, sebelum kembali dan berwirausaha secara mandiri di daerah asal.

BP3MI NTT turut menginformasikan rencana kedatangan dua jenazah PMI pada Minggu (31/5), masing-masing atas nama Maria Alfiana Bhure asal Kelurahan Hewuli, alamat Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, dengan lama bekerja tiga tahun. 

Satu lainnya atas nama Gabriel Gero asal Dusun Ndoso, Desa Timbu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, dengan lama bekerja 25 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.