Mensos Berharap Sekolah Rakyat Siap untuk Bertransformasi

Sabtu, 30 Mei 2026, 18:55 WIB

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi operasional sekolah permanen. Sekolah Rakyat permanen akan mulai digunakan secara bertahap tahun ini.

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat permanen memiliki tantangan berbeda dibanding sekolah sementara. Karena itu, kepala sekolah diminta bertransformasi untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola lembaga.

Ket. Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf — Sumber: Biro Humas Kemensos

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda,” kata Gus Ipul saat rapat koordinasi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut dia, pembangunan fasilitas permanen harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia. Kompleks Sekolah Rakyat dibangun di lahan 7 hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa.

Gus Ipul menegaskan seluruh unsur sekolah memiliki peran dalam membentuk karakter siswa. Mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan.

“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ucap dia.

Kemensos juga meminta seluruh Sekolah Rakyat menyusun standar operasional prosedur yang seragam. Standar tersebut mencakup pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan asrama.

“Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” kata dia.

Selain itu, pengelolaan asrama akan diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi. Kemensos akan memanfaatkan CCTV untuk mendukung pembinaan siswa selama 24 jam.

“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ucap Gus Ipul.

Ia juga meminta peringatan satu tahun Sekolah Rakyat pada Juli mendatang menjadi ajang pembuktian manfaat program. Seluruh sekolah diminta menggelar open house yang melibatkan masyarakat, media, tokoh daerah, dan influencer.

“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni. Ini pembuktian bahwa program ini nyata dan berdampak,” ucap dia.

Saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II. Seluruhnya ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.