Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lindungi Konsumen, DPR Bentuk Panja SNI

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lindungi Konsumen, DPR Bentuk Panja SNI Doc: ANTARA/Andika Wahyu.
Ket. Logo standar nasional Indonesia (SNI) yang di-embos pada permukaan helm di sentra aksesoris dan perlengkapan sepeda motor di Otista, Jakarta Timur. FOTO

JAKARTA – Penguatan pengawasan terhadap produk yang beredar di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pasar.

Di tengah arus perdagangan yang semakin cepat, termasuk melalui platform digital, risiko peredaran produk ilegal, tidak memenuhi standar, hingga berbahaya bagi kesehatan juga semakin meningkat.

Karena itu, pengawasan tidak hanya membutuhkan penindakan, tetapi juga koordinasi lintas lembaga, peningkatan edukasi konsumen, serta pemanfaatan teknologi untuk memantau distribusi produk secara lebih efektif.

Dengan pengawasan yang kuat, stabilitas pasar dapat terjaga sekaligus mendorong persaingan usaha yang lebih sehat dan berkualitas.

Komisi VII DPR resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) guna memperkuat pengawasan terhadap produk yang beredar di tengah masyarakat, baik produk lokal maupun impor.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan, kualitas, dan kelayakan barang yang digunakan publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi industri.

Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan Panja Standardisasi Nasional Indonesia dibentuk untuk memaksimalkan fungsi dan peran Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pengukuran dan pengujian terhadap berbagai komoditas yang didistribusikan kepada masyarakat.

“Panja Standardisasi ini sebetulnya tujuannya adalah kita ingin memaksimalkan fungsi dan peran BSN sebagai lembaga negara yang melakukan pengukuran dan pengujian terhadap seluruh komoditas yang diedarkan atau didistribusikan ke masyarakat baik produk lokal ataupun impor,” ujar Saleh dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (28/5).

Menurutnya, penguatan BSN menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini lembaga tersebut dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal manfaatnya sangat besar bagi perlindungan konsumen dan peningkatan daya saing produk nasional.

“BSN selama ini kelihatannya fungsi dan perannya masih terbelakang kan dibandingkan dengan manfaat yang sebetulnya sangat besar yang akan diperoleh jika BSN ini bisa dimaksimalkan,” katanya.

Saleh juga menyoroti perkembangan produk industri dan barang impor yang semakin modern dan canggih. Karena itu, regulasi yang ada saat ini perlu dievaluasi agar mampu mengikuti perubahan teknologi dan pola produksi global.

“Kita ingin mengevaluasi efektivitas regulasi atau undang-undang yang berlaku saat ini. Barang-barang yang diproduksi sekarang maupun impor semakin hari semakin canggih dan modern,” jelas Politisi Fraksi PAN ini.

Ia menambahkan, pembaruan aturan menjadi penting agar masyarakat mendapatkan jaminan keamanan dan kualitas produk yang lebih baik di masa mendatang.

“Nah sementara aturan yang dipakai bisa jadi juga tidak bisa mengiringi perkembangan yang ada. Maka karena itu tentu ini bagian yang harus dilakukan supaya nanti aturan yang ada itu bisa mengikuti,” tutupnya. (ers)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.