Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Dikebut! Prabowo Siapkan Keuntungan BUMN untuk Dorong Industri Nasional

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 13:01 WIB | Oleh:
Hilirisasi Dikebut! Prabowo Siapkan Keuntungan BUMN untuk Dorong Industri Nasional Doc: Antara foto
Ket. Presiden Prabowo Subianto (kanan bawah) berpidato disaksikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kiri), Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kiri), dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Presiden Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai proyek hilirisasi strategis.

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.

Menurut Prabowo, pemerintah bersama Danantara telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026.

Ia menyebut sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.

Berbagai proyek tersebut, kata Prabowo, akan memberikan dampak terhadap perekonomian melalui penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Pemerintah juga mulai mengembangkan sejumlah proyek waste to energy sebagai bagian dari upaya hilirisasi.

"Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminium ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai," jelasnya.

Selain itu, Presiden mengatakan keuntungan BUMN juga digunakan untuk mendorong strategi upstreaming. Pemerintah melalui Danantara Indonesia akan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk memperoleh teknologi, kemampuan manajemen, serta akses pasar.

Menurut Prabowo, strategi tersebut penting agar Indonesia tidak hanya mengolah sumber daya alam di dalam negeri, tetapi juga memiliki teknologi dan jaringan pasar yang dapat memperkuat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok dunia.

"Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia," imbuh Presiden Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.