Jerman “Siap Tempur”, Nagelsmann Tegaskan Target Juara Piala Dunia 2026

Kamis, 28 Mei 2026, 00:10 WIB

BERLIN — Pelatih Julian Nagelsmann menegaskan ambisi besar Jerman untuk kembali menjuarai Piala Dunia dan mengakhiri lebih dari satu dekade kekecewaan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Sebagai juara dunia empat kali, tim nasional Jerman merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Namun, performa mereka dalam beberapa edisi terakhir jauh dari harapan.

Ket. Foto: Julian Nagelsmann. — Sumber: AFP

Jerman tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 di Rusia serta kembali gagal melangkah jauh di Qatar 2022. Bahkan, kemenangan terakhir Der Panzer di fase gugur Piala Dunia terjadi saat menjuarai turnamen 2014 di Brasil.

Kini, Nagelsmann menegaskan skuadnya siap bersaing menghadapi tim-tim terbaik dunia pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

“Kami ingin menjadi juara dunia lagi,” tegas Nagelsmann dalam wawancara bersama federasi sepak bola Jerman.

Nagelsmann menyadari skuad Jerman saat ini mungkin tidak dipenuhi nama-nama besar seperti generasi emas masa lalu atau rival-rival favorit seperti Spanyol, Prancis, dan Inggris.

Karena itu, pelatih berusia 38 tahun tersebut memilih fokus membangun kolektivitas tim dibanding hanya mengumpulkan pemain terbaik secara individu.

Sejak menangani Jerman pada 2023, Nagelsmann berulang kali menekankan pentingnya memilih kombinasi pemain yang tepat demi menciptakan harmoni di ruang ganti.

“Kami ingin menjadi seperti sebuah keluarga. Semua pemain harus memahami perannya dan memiliki kualitas untuk menyatu dengan kelompok,” ujar Nagelsmann.

“Penting untuk melihat bagaimana grup ini bekerja dalam dua setengah hingga tiga tahun terakhir. Siapa yang benar-benar cocok satu sama lain?”

Dengan kemungkinan menjalani turnamen selama tujuh pekan di Amerika Utara, Nagelsmann juga memanfaatkan pendekatan ilmu olahraga untuk membangun chemistry tim.

Ia bahkan memperhatikan detail-detail kecil di luar lapangan.

“Siapa yang memilih duduk lebih lama saat makan malam daripada langsung kembali ke kamar? Siapa yang mampu membangun percakapan dan memiliki naluri untuk memberikan segalanya bagi rekan setimnya?”

Fondasi itu mulai terlihat pada Euro 2024. Meski disingkirkan Spain national football team lewat perpanjangan waktu di perempat final, Jerman tampil solid dan menjadi tim yang paling mampu merepotkan Spanyol, yang akhirnya keluar sebagai juara.

Sesaat setelah tersingkir di Piala Eropa 2024, Nagelsmann sempat mengatakan bahwa Jerman ingin menjuarai Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut kala itu memunculkan banyak keraguan.

Namun kini, ia kembali menegaskan keyakinannya.

“Kami siap menghadapi tim-tim terbaik. Situasi sebelum Euro tidak jauh berbeda dengan sekarang, dan kami juga tidak kalah kelas dari Spanyol,” katanya.

“Kami ingin menjuarai Piala Dunia — penekanannya ada pada kata ‘ingin’. Untuk mewujudkannya, kami membutuhkan performa bagus dan sedikit keberuntungan.”

Nagelsmann menekankan setiap pemain harus menunjukkan hasrat besar setiap hari dan rela melakukan apa pun demi kepentingan tim.

Seperti Toni Kroos pada Euro 2024, kiper senior Manuel Neuer memutuskan kembali dari pensiun internasional untuk tampil sekali lagi di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kehadiran Neuer bersama pemain senior seperti Antonio Rudiger, Pascal Gross, dan Leon Goretzka membuat skuad Jerman kali ini menjadi salah satu yang paling berpengalaman sejak Piala Dunia 2002.

Kala itu, Jerman yang dipimpin Michael Ballack dan kiper legendaris Oliver Kahn berhasil melaju hingga final.

Di lini tengah, Aleksandar Pavlovic mulai dipercaya sebagai jangkar baru tim nasional dan diproyeksikan menjadi pilihan utama jika berada dalam kondisi fit.

Sementara itu, Jamal Musiala dan Florian Wirtz akan menjadi tumpuan lini serang bersama Kai Havertz.

Meski ketiganya mengalami musim yang tidak mudah di level klub akibat masalah cedera dan adaptasi, Nagelsmann tetap optimistis mereka mampu bangkit pada musim panas nanti.

“Sepak bola adalah hal paling penting di antara hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dalam hidup,” ujar Nagelsmann. “Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi kami siap menghadapinya. Kami sangat siap untuk bertarung.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Kolonel Inf Priyo Handoyo Ditunjuk Jadi Komandan Upacara HUT Ke-81 RI, Ini Profil Selengkapnya

Keren, Tampil Meyakinkan! Persiapan Matang Bawa Alwi Melaju ke Babak Kedua

Kemenperin Padukan Budaya dan Penguatan Industri saat Peringatan HUT ke-81 RI

Taruhan dan Ambisi Berbahaya Tiongkok Menguasai Arktik untuk Melahirkan Jalur Sutra Es

Bencana Mengintai, Pemerintah Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Penanganan Darurat

Jatim Kirim Tim SAR dan Dokter untuk NTT

Bendera Raksasa 40x20 Meter Berkibar di Puncak Gunung Sangar Bandung

Perayaan Tujuh Belasan di Daerah Cukup Meriah

HUT RI ke-81, Semangat Solidaritas Bank BSN Hadir untuk Masyarakat NTT

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Bali Kirim Lima Truk Berisi Kebutuhan Warga

Seru, Komplek TNI AU Waringin Permai Laksanakan Upacara Bendera, Perlombaan Olahraga hingga Panggung Hiburan

Rektor UI: Masih Banyak PR Pendidikan yang Harus Diselesaikan

Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

Program Pendidikan Gratis Papua Tengah Jangkau 64.000 Pelajar dan Mahasiswa

Gempa Flores, Polda NTT Berangkatkan 125 Personel Bantu Penanganan

Hayooo Tebak, Siapa Menang Duel Janice dan Mirra Andreeva di Cincinnati?

Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun

Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun

Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.