Penerimaan Pajak di Provinsi Banten Tumbuh 13,5 Persen
Rabu, 27 Mei 2026, 05:20 WIBSERANG - Menggeliatnya aktivitas pada sejumlah sektor riil dan dunia usaha turut mendorong pertumbuhan penerimaan pajak di Provinsi Banten sebesar 13,5 persen, dengan total realisasi mencapai Rp25,02 triliun hingga akhir April 2026.
Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Banten, Muhamad Riza Fahlevi, di Serang, Selasa, menjelaskan tren positif penerimaan pajak ini ditopang oleh kinerja berbagai sektor usaha yang merangkak naik secara tahunan (year-on-year).
"Hampir seluruh sektor usaha mengalami pertumbuhan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun DJP Banten, sektor aktivitas profesional mencatatkan lonjakan tertinggi, diantaranya yakni aktivitas profesional tumbuh 155,51 persen, real estat tumbuh 46,92 persen, perdagangan besar tumbuh 27,61 persen, administrasi pemerintahan tumbuh 19,15 persen, pengangkutan dan pergudangan tumbuh 14,67 persen, industri pengolahan tumbuh 7,96 persen dan aktivitas penyewaan tumbuh 4,42 persen
Riza mengemukakan, total capaian Rp25,02 triliun tersebut telah menyentuh 26,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp94,07 triliun untuk wilayah Banten.
Jika dilihat dari jenis pajak nya, realisasi penerimaan pajak Banten mayoritas disumbang oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri yang berkontribusi sebesar 29,1 persen, disusul oleh PPN Impor sebesar 27,11 persen.
Selain geliat positif secara sektoral, kinerja optimal juga tercermin di tingkat unit vertikal. Hingga 30 April 2026, penerimaan neto pada enam Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Banten tercatat tumbuh positif.
"Tingkat pertumbuhan terbaik diraih oleh KPP Pratama Pandeglang, yakni sebesar 20,77 persen. Sementara untuk capaian tertinggi terhadap target penerimaan berhasil diraih oleh KPP Pratama Pondok Aren dengan angka 32,41 persen," tutup Riza.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Faktor Usia dan Gerusan Air Picu Jembatan di Setu Jakarta Timur Mulai Amblas
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
APBD Tetap Boros Meskipun ASN Tangerang Terapkan WFH, Kok Bisa?
-
BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut hingga 19–22 April
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Cerah Berawan
-
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Berangkatkan 661 Peserta Mudik Bersama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.