Seoul: Korea Utara Menembakkan Rudal Balistik ke Laut Kuning

Selasa, 26 Mei 2026, 13:15 WIB

SEOUL - Korea Utara meluncurkan beberapa proyektil, termasuk rudal balistik, ke Laut Kuning pada hari Selasa (26/5), kata militer Korea Selatan.

Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba rudal dalam beberapa pekan terakhir, para analis mengatakan negara yang terisolasi secara diplomatik ini mungkin mencoba memanfaatkan terkikisnya norma-norma internasional untuk memperkuat status nuklirnya.

Ket. Foto: Foto Arsip - Korea Utara meluncurkan "proyektil tak dikenal" ke Laut Kuning di lepas pantai baratnya pada hari Selasa, kata militer Korea Selatan. — Sumber: AFP

Korea Utara juga berulang kali menolak upaya pemerintah Korea Selatan untuk memperbaiki hubungan, dan berulang kali menyebut Seoul sebagai musuh yang paling "bermusuhan".

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, mereka telah mendeteksi peluncuran "beberapa proyektil", termasuk rudal balistik jarak pendek, ke Laut Kuning dari kota Chongju di Korea Utara sekitar pukul 13.00 (04.00 GMT).

Laut Kuning adalah perairan yang memisahkan semenanjung Korea dari Tiongkok.

Rudal-rudal itu terbang sejauh sekitar 80 kilometer (50 mil), kata militer Seoul. Mereka sedang menganalisis spesifikasi dan jangkauan terbangnya, dan telah "memperkuat pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan untuk kemungkinan peluncuran tambahan".

Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang "mempertahankan keadaan siaga penuh" dan berbagi informasi intelijen secara erat, kata militer Seoul.

Peluncuran tersebut merupakan yang pertama bagi Korea Utara dalam 37 hari dan yang kedelapan tahun ini.

Pada bulan April, Pyongyang melakukan uji coba serupa lainnya untuk "memverifikasi karakteristik dan kekuatan hulu ledak bom tandan," demikian pernyataan media pemerintah saat itu.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan pekan lalu, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping kemungkinan akan mengunjungi Korea Utara pada pekan ini.

Tiongkok adalah pendukung ekonomi dan politik utama Korea Utara, meskipun Pyongyang telah menjalin hubungan lebih dekat dengan Russia dalam beberapa tahun terakhir.

Baik Beijing maupun Pyongyang belum mengkonfirmasi kunjungan Xi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.