Arsenal Bidik Sejarah Baru di Liga Champions

Selasa, 26 Mei 2026, 06:54 WIB

LONDON - Euforia juara Liga Inggris belum juga reda di kubu Arsenal. Namun di tengah pesta yang berlangsung di Stadion Selhurst Park, pelatih Mikel Arteta langsung mengalihkan fokus timnya menuju panggung yang lebih besar: final Liga Champions.

Kemenangan 2-1 atas Crystal Palace, Senin (25/5) dini hari WIB, menjadi penutup sempurna musim domestik Arsenal. Gol Gabriel Jesus dan Noni Madueke memastikan The Gunners mengakhiri musim dengan keunggulan tujuh poin atas Manchester City di posisi kedua.

Ket. Foto: Gelandang Arsenal, Martin Odegaard, mengangkat trofi Liga Premier setelah pertandingan Liga Premier Inggris antara Crystal Palace dan Arsenal di Selhurst Park, London, pada 24 Mei 2026. Arsenal menjadi juara liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 2004, memenangkan liga dengan selisih tujuh poin. — Sumber: Adrian Dennis/AFP

Gelar liga sebenarnya sudah dipastikan sejak tengah pekan lalu setelah City ditahan imbang Bournemouth. Namun seremoni pengangkatan trofi di bawah langit cerah London selatan menghadirkan emosi berbeda bagi Arteta dan seluruh pendukung Arsenal. Kapten Martin Odegaard mengangkat trofi Liga Inggris yang dihiasi pita merah-putih di hadapan ribuan suporter yang memenuhi sudut stadion.

Arteta pun larut dalam suasana. Pelatih asal Spanyol itu diangkat para pemainnya sebelum akhirnya terlihat menitikkan air mata dan memeluk istrinya di tepi lapangan. Setelah penantian 22 tahun, Arsenal akhirnya kembali menjadi penguasa sepak bola Inggris.

“Sulit menggambarkan momen ini dengan kata-kata. Banyak emosi, kebanggaan, dan kebahagiaan,” ujar Arteta seusai pertandingan. Dia mengakui perjalanan menuju gelar tidak mudah. Arsenal tiga kali gagal di tikungan terakhir dalam beberapa musim sebelumnya, pengalaman pahit yang justru membentuk mental tim muda London Utara itu.

“Kami sempat sangat dekat lalu gagal. Itu menyakitkan, tetapi rasa sakit itulah yang mendorong kami mencari cara baru untuk berkembang,” ucapnya. Keberhasilan mengakhiri paceklik trofi selama enam tahun belum membuat Arteta puas. Dia menegaskan Arsenal harus melangkah lebih jauh dan menjadikan status juara liga sebagai fondasi untuk membangun dominasi baru.

“Seragam ini sekarang memiliki arti berbeda. Kami adalah juara, dan itu membawa energi serta tanggung jawab baru,” ucap Arteta. Target berikutnya sudah jelas. Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions di Budapest akhir pekan ini. Pertandingan tersebut menjadi final kedua Arsenal di kompetisi elite Eropa setelah kekalahan dari Barcelona pada tahun 2006.

Arteta yakin momentum juara liga bisa menjadi bahan bakar tambahan untuk menaklukkan PSG, tim juara bertahan yang musim lalu menyingkirkan Arsenal di semifinal. “Kami ingin menulis babak baru dalam sejarah klub dan memenangkan Liga Champions,” tegasnya.

Atmosfer kemenangan memang terasa begitu kuat di kubu Arsenal. Para pemain dan suporter bertahan hampir dua jam di stadion untuk merayakan keberhasilan yang telah lama dinanti. Namun di balik pesta itu, tersimpan ambisi yang lebih besar: menjadikan musim ini sebagai musim terbaik sepanjang sejarah klub.

Hotspur  Selamat

Drama perebutan tiket bertahan di Liga Inggris juga berlangsung sengit hingga pekan terakhir. Tottenham Hotspur memastikan diri tetap berada di kasta tertinggi setelah menang tipis 1-0 atas Everton. Gol penentu dicetak Joao Palhinha sesaat sebelum turun minum. Kemenangan itu membuat Spurs unggul atas West Ham United yang meski menang 3-0 atas Leeds United tetap harus terdegradasi.

Palhinha menyebut kemenangan itu jauh melampaui sekadar hasil pertandingan. “Banyak orang menggantungkan hidup mereka pada klub ini. Musim ini sulit, tetapi kami harus belajar darinya,” ujar gelandang asal Portugal tersebut. Kebangkitan Tottenham dalam beberapa pekan terakhir tidak lepas dari tangan pelatih baru Roberto De Zerbi yang datang pada bulan Maret lalu sebagai pelatih ketiga klub musim ini.

Sebaliknya, West Ham harus menerima kenyataan pahit turun ke Championship bersama Burnley dan Wolverhampton Wanderers. Pekan terakhir Liga Inggris juga menjadi panggung perpisahan sejumlah figur besar. Pelatih Pep Guardiola menjalani laga kandang terakhirnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan.

City kalah 1-2 dari Aston Villa meski sempat unggul lewat Antoine Semenyo. Dua gol Ollie Watkins memastikan Villa finis di posisi keempat dan lolos ke Liga Champions. Guardiola, yang mempersembahkan enam gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions untuk City, mendapat penghormatan besar dari pendukung di Etihad Stadium.

“Jika suatu hari kalian bertemu saya di jalan, datanglah dan peluk saya,” ujar Guardiola kepada suporter City. Perpisahan emosional juga terjadi di Liverpool. Mohamed Salah dan Andy Robertson memainkan laga terakhir mereka saat Liverpool bermain imbang 1-1 melawan Brentford.

Salah tak mampu menyembunyikan emosinya. “Saya rasa saya menangis lebih banyak dibanding sepanjang hidup saya,” ujar penyerang asal Mesir itu. Liverpool menutup musim di posisi kelima dan tetap lolos ke Liga Champions musim depan bersama Arsenal, Manchester City, Manchester United, dan Aston Villa. ben/AFP/G-1

  • Arsenal

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.