Antonelli Makin Kokoh di Puncak Klasemen F1

Selasa, 26 Mei 2026, 06:00 WIB

MONTREAL, KANADA — Pembalap muda asa Italia Kimi Antonelli kembali menunjukkan mental juara di ajang Formula 1 musim ini. Remaja berusia 19 tahun itu meraih kemenangan keempat secara beruntun dalam Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Senin (25/5) dini hari WIB. Hasil balapan tersebut memperlebar jarak menjadi 43 poin di puncak klasemen dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell.

Namun, keberhasilan tersebut tetap menyisakan rasa getir bagi Antonelli. Dia mengaku menyesalkan kegagalan power unit yang memaksa Russell menghentikan balapan pada lap ke-30 saat keduanya sedang terlibat duel sengit memperebutkan posisi terdepan.

Ket. Foto: Kimi Antonelli. — Sumber: AFP

“Itu pertarungan yang sangat menyenangkan dengan George. Kami benar-benar melaju di batas kemampuan mobil,” ujar Antonelli selepas balapan. “Kondisi angin sangat sulit diprediksi dan tikungan 10 menjadi sangat rumit.”

Duel dua pembalap Mercedes itu memang menjadi tontonan utama di Montreal. Russell, yang sebelumnya merebut pole position dan memenangi sprint race sehari sebelumnya, sempat memimpin balapan sebelum Antonelli mengambil alih posisi terdepan setelah rivalnya melakukan lock-up.

“Pada satu lap dia mengunci ban dan saya menyalipnya, lalu saya sendiri melakukan lock-up. Jadi pertarungan kami benar-benar ketat,” jelas Antonelli. “Karena itu sangat disayangkan dia mengalami kerusakan. Balapan ini seharusnya bisa menjadi duel yang luar biasa sampai finis.”

Meski kehilangan lawan utamanya di lintasan, Antonelli tidak langsung nyaman memimpin seorang diri. Dia mengaku harus mengubah pendekatan demi menjaga kondisi ban depan kiri yang mulai mengalami graining.

“Saat memimpin sendirian saya mencoba mengelola ban sebaik mungkin. Ban depan kiri terasa aneh dan tidak menggigit dengan sempurna,” ujarnya. “Tetapi ketika temperatur ban mulai bekerja, kecepatan mobil kembali muncul. Sekarang kami menantikan balapan berikutnya di Monaco.”

Kemenangan di Kanada semakin menegaskan status Antonelli sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini. Konsistensi, ketenangan, dan keberaniannya dalam duel wheel-to-wheel membuat banyak pengamat mulai melihatnya sebagai generasi baru dominan di Formula 1.

Di sisi lain, Russell harus menelan kekecewaan besar setelah akhir pekan impresifnya berujung pahit. Pembalap Inggris itu mengungkapkan seluruh sistem mobil tiba-tiba mati tanpa peringatan.

“Semuanya mendadak mati. Mesin berhenti, elektronik hilang, bahkan pengereman tidak normal,” ujar Russell. “Sulit berkata-kata mengenai apa yang terjadi.”

Meski gagal finis, Russell tetap mencoba melihat sisi positif dari penampilannya sepanjang akhir pekan di Montreal.

“Saya bangga dengan performa saya. Pole sprint, menang sprint race, lalu pole untuk grand prix. Saya juga menikmati duel melawan Kimi. Saya rasa tidak ada lagi yang bisa saya lakukan akhir pekan ini," ujarnya.

Russell bahkan menyamakan duel melawan Antonelli dengan masa-masa awalnya di dunia gokar. Menurutnya, pertarungan bersih tanpa kontak itulah esensi sejati balap Formula 1.

“Saya sangat menikmatinya. Rasanya seperti kembali ke masa gokar,” ujar Russell. “Kami bertarung sangat dekat tanpa bersentuhan. Itulah balapan yang sesungguhnya. Saya hanya berharap duel itu bisa berlangsung 30 lap lebih lama lagi," tandasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.