Tiongkok Kirim 3 Astronot ke Stasiun Tiangong

Senin, 25 Mei 2026, 02:30 WIB

BEIJING - Seorang astronot Hong Kong akan bergabung dengan misi luar angkasa Tiongkok untuk pertama kalinya sebagai bagian dari kru beranggotakan tiga orang yang diluncurkan pada Minggu (24/5) ke stasiun luar angkasa, seiring Beijing semakin mendekati tujuannya untuk mendaratkan manusia di Bulan.

Stasiun luar angkasa Tiangong, yang diawaki oleh tim yang terdiri dari tiga astronot yang biasanya dirotasi setiap enam bulan, adalah permata mahkota dari program luar angkasa Tiongkok, yang didukung oleh investasi negara senilai miliaran dollar dalam upaya untuk mengejar ketertinggalan dengan Amerika Serikat dan Russia.

Ket. Foto: Tiga astronot Tiongkok untuk misi luar angkasa Shenzhou-23 yaitu (dari kiri) Lai Ka-ying, Zhu Yangzhu, dan Zhang Zhiyuan, berpose bersama dalam sebuah konferensi pers di Jiuquan Satellite Launch Center pada Sabtu (23/5). Ke-3 astronot Tiongkok ini diluncurkan ke luar angkasa pada Minggu (24/5) dengan tujuan Stasiun luar angkasa Tiangong. — Sumber: AFP/CNS

“Misi Shenzhou-23 akan lepas landas pukul 23.08 (waktu setempat) pada Minggu dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut Tiongkok, membawa tiga astronot ke stasiun luar angkasa,” kata juru bicara Badan Antariksa Berawak Tiongkok (CMSA), Zhang Jingbo, Sabtu (23/5).

Tiga astronot tersebut antara lain Lai Ka-ying yang merupakan astronot pertama Hong Kong, Zhu Yangzhu, dan Zhang Zhiyuan, kata Zhang.

Teknisi penerbangan Zhu, yang berpartisipasi dalam misi Shenzhou-16 pada tahun 2023, akan menjadi komandan untuk misi ini.

"Ini adalah ujian ketahanan fisik dan psikologis kita, kemampuan tanggap darurat, koordinasi dan kerja tim, serta kemampuan kita untuk bekerja dan hidup di orbit," kata Zhu kepada wartawan.

"Sebagai komandan misi, hal yang paling saya pikirkan adalah bagaimana melakukan persiapan menyeluruh dalam setiap aspek dan bagaimana memimpin tim untuk menyelesaikan misi penerbangan dengan sukses tanpa kesalahan dan tanpa kekeliruan," imbuh dia.

Tujuan utama misi ini adalah untuk terus melaksanakan pekerjaan sains dan aplikasi antariksa, melakukan aktivitas ekstravehikular astronot dan transfer kargo masuk dan keluar dari kabin, kata Zhang dari CMSA.

Salah satu astronaut akan tetap berada di stasiun tersebut selama satu tahun, tambah dia, tanpa menyebutkan siapa.

"Mengatur agar seorang astronot melakukan eksperimen tinggal di orbit selama satu tahun bukanlah hal yang mudah seperti hanya menjumlahkan dua misi enam bulan dalam hal durasi," ungkap Zhang.

Menurut Zhang, program residensi luar angkasa selama satu tahun ini akan mengumpulkan data tentang astronot dalam penerbangan luar angkasa berdurasi lebih lama dan menguji kemampuan dukungan kesehatan.

Wujudkan Impian

Program antariksa Beijing, yang sudah ketiga kalinya menempatkan manusia di orbit, juga telah mendaratkan robot penjelajah di Mars dan Bulan.

Tiongkok telah meningkatkan rencana untuk mewujudkan impian luar angkasa di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Beijing sendiri menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2030, dengan tujuan membangun pangkalan di permukaan bulan. CMSA menyatakan pada Sabtu bahwa mereka akan melakukan segala upaya dan berusaha tanpa lelah untuk mencapai tujuan tersebut. AFP/I-1

  • tiangong

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.