- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penembakan Terjadi Lagi di...
Penembakan Terjadi Lagi di Area Gedung Putih, Tersangka Tewas Ditembak
Minggu, 24 Mei 2026, 08:29 WIBWASHINGTON â Peristiwa penembakan terjadi lagi di area Gedung Putih, Sabtu (23/5). Tersangka pelaku meninggal dunia setelah sebelumnya dalam kondisi kritis akibat ditembak petugas Dinas Rahasia AS. Presiden Donald Trump berada di dalam gedung tersebut.
Dinas Rahasia AS menembak seseorang di dekat Gedung Putih pada hari Sabtu (23/5), dan seorang warga sipil juga tertembak, kata seorang pejabat penegak hukum.
Mengutip pejabat federal, Associated Press melaporkan, pelaku yang mendekati pos pemeriksaan keamanan Gedung Putih dan mulai menembak petugas telah meninggal dunia.
Dinas Rahasia AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam bahwa, menurut penyelidikan awal, orang tersebut mendekati pos pemeriksaan tak lama setelah pukul 6 sore waktu setempat, "mengeluarkan senjata dari tasnya dan mulai menembak petugas yang berjaga."
Petugas membalas tembakan dan mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia kemudian meninggal dunia, menurut Dinas Rahasia.
Dinas Rahasia mengatakan tidak ada petugasnya yang terluka, dan Presiden Donald Trump â yang berada di Gedung Putih pada saat itu â tidak "terdampak."
Dinas Rahasia mengatakan mereka "menyadari adanya laporan penembakan di dekat Jalan ke-17 dan Pennsylvania Avenue NW" â satu blok dari Gedung Putih â dan "sedang berupaya menguatkan informasi tersebut dengan personel di lapangan." Mereka mengatakan akan segera memberikan informasi terbaru.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Direktur FBI Kash Patel mengatakan petugas sedang menanggapi laporan tembakan dan mengatakan bahwa dia akan "memberikan informasi terbaru kepada publik sesegera mungkin."
Presiden Trump berada di dalam Gedung Putih pada saat itu.
Bukti penembakan terlihat di trotoar tepat di luar kompleks Gedung Putih, di mana pita kuning penanda TKP membentang di trotoar dan petugas dari Dinas Rahasia AS menempatkan puluhan penanda bukti berwarna oranye di tanah. Peralatan medis, termasuk yang tampak seperti sarung tangan bedah berwarna ungu dan perlengkapan yang biasanya digunakan oleh petugas medis darurat, juga terlihat.
Dalam unggahan yang dibagikan di X, koresponden senior Gedung Putih ABC News, Selina Wang, membagikan video dramatis tentang momen ketika dia mendengar suara yang "seperti puluhan tembakan" dan langsung berlindung. Dia sedang melakukan tugas rutin yang dilakukan wartawan Gedung Putih setiap hari â merekam diri sendiri menggunakan ponsel untuk unggahan media sosial â video Wang menunjukkan dia berbicara beberapa detik tentang pernyataan Trump sebelumnya pada hari Sabtu tentang potensi kesepakatan Iran.
Saat suara tembakan terdengar di latar belakang, mata Wang terbelalak, dan dia menunduk di tenda media, di antara tenda-tenda yang berjajar di sepanjang jalan masuk Gedung Putih tempat para penyiar merekam laporan mereka. Di X, video Wang telah dibagikan ribuan kali hingga Sabtu malam, dan ditonton setidaknya 3 juta kali.
Departemen Kepolisian Metropolitan mengatakan melalui akun X mereka bahwa Dinas Rahasia sedang menangani lokasi kejadian dan memperingatkan masyarakat untuk menghindari area tersebut. Lokasi kejadian berada di dekat tempat seorang pria bersenjata menyergap dua anggota Garda Nasional Virginia Barat pada November lalu.
Spesialis Angkatan Darat AS Sarah Beckstrom (20) meninggal karena luka-lukanya. Andrew Wolfe, y ang saat itu berusia 24 tahun, terluka parah. Rahmanullah Lakanwal telah didakwa dalam insiden tersebut.
Insiden penembakan pada hari Sabtu terjadi sebulan setelah apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai upaya pembunuhan terhadap presiden pada tanggal 25 April saat ia menghadiri makan malam tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih di sebuah hotel di Washington. Cole Tomas Allen, dari Torrance, California, baru-baru ini mengaku bersalah atas tuduhan bahwa ia mencoba membunuh Trump dan tetap berada dalam tahanan federal.
Setelah insiden yang menimbulkan kepanikan itu, petugas Secret Service menembak seorang tersangka yang menurut mereka telah menembak petugas di dekat Monumen Washington, juga dekat Gedung Putih. Michael Marx (45) dari Midland, Texas, didakwa dalam pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS sehubungan dengan penembakan 4 Mei tersebut. Seorang remaja yang berada di lokasi kejadian terluka dalam insiden itu.
- Penembakan Gedung Putih
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.