Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HNW Ingatkan Agar Presiden Prabowo Tetap Berada di Koridor Konstitusi Jika Mediasi Penghentian Perang

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 19:17 WIB | Oleh:
HNW Ingatkan Agar Presiden Prabowo Tetap Berada di Koridor Konstitusi Jika Mediasi Penghentian Perang Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan keprihatinannya atas perang di kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. 
Menurutnya, perang yang telah meletus dinilainya semakin menjauhkan kawasan itu dari perdamaian serta berpotensi meruntuhkan legitimasi berbagai inisiatif perdamaian internasional.

Hidayat yang akrab disapa HNW itu mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tetap berada dalam koridor konstitusi apabila benar akan melakukan mediasi, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Menurutnya, jika Indonesia hendak berperan sebagai mediator, maka langkah tersebut harus menjadi bagian dari konsistensi pelaksanaan amanat alinea keempat Pembukaan UUD NRI 1945, yakni turut aktif mewujudkan perdamaian dunia. Karena itu, mediasi tidak hanya difokuskan pada konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, tetapi juga pada konflik antara Pakistan dan Afghanistan.

“Pernyataan bahwa Presiden siap melakukan mediasi, bahkan bersedia bertolak ke Teheran, perlu diingatkan koridor konstitusionalnya. Serangan terhadap Iran memang menjauhkan perdamaian dan stabilitas kawasan. Namun konflik Pakistan dan Afghanistan juga tidak menghadirkan perdamaian sebagaimana diamanatkan konstitusi. Karena itu wajar bila selain ke Teheran, Presiden juga mempertimbangkan ke Islamabad dan Kabul untuk menginisiasi mediasi,” ujarnya melalui siaran persnya di Jakarta.

HNW menegaskan bahwa pendekatan dialog dan diplomasi harus dikedepankan oleh seluruh negara yang masih menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagaimana diatur dalam Piagam PBB Pasal 2 ayat (4), dengan tetap menghormati hukum internasional dan konvensi yang berlaku.

“Segala bentuk perang harus segera dihentikan karena hanya melahirkan korban, tragedi kemanusiaan, instabilitas, dan merusak tatanan hukum internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak eskalasi konflik, termasuk respons Iran yang disebut menyerang balik hingga ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara kawasan seperti Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, dan Arab Saudi. Situasi ini dinilai berpotensi memperluas konflik dan menimbulkan pelanggaran kedaulatan negara lain serta korban sipil.

Untuk itu, HNW mendorong agar Presiden turut menggandeng PBB dan memaksimalkan peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menghadirkan perdamaian di antara negara-negara anggotanya. Ia mengusulkan agar PBB maupun OKI segera menyelenggarakan Sidang Umum atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa guna menghentikan berbagai konflik yang terjadi.

“Langkah ini sejalan dengan tujuan pembentukan OKI, yaitu meningkatkan dan mempererat persaudaraan serta solidaritas di antara negara-negara anggotanya,” katanya.

Selain itu, HNW yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan Jakarta II mengingatkan pemerintah untuk segera memastikan perlindungan maksimal terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan terdampak konflik, termasuk di Iran, Pakistan, dan Afghanistan.

“Perlindungan terhadap WNI di kawasan konflik adalah kewajiban konstitusional negara. Hal ini sangat urgen mengingat situasi yang semakin genting dan berpotensi meluas,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.