Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi: Beban Kesehatan Mental Global Naik Dua Kali Lipat Sejak 1990

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi: Beban Kesehatan Mental Global Naik Dua Kali Lipat Sejak 1990 Doc: NINKATEC
Ket. Ilustrasi

SYDNEY - Gangguan mental telah menjadi penyebab utama kecacatan secara global, melampaui kanker dan penyakit kardiovaskular, menurut pernyataan dari Universitas Queensland (UQ) Australia pada Jumat (22/5).

Studi tersebut, yang dipimpin oleh UQ, Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, dan Universitas Washington di Amerika Serikat, menemukan bahwa hampir 1,2 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan mental pada 2023, hampir dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada 1990.

"Beban gangguan mental mencapai puncaknya di kalangan remaja berusia 15-19 tahun, dan perempuan memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki," kata Damian Santomauro, lektor kepala dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UQ.

Penelitian itu, yang dipublikasikan di The Lancet, mengkaji beban kesehatan dari 12 kondisi, termasuk kecemasan, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan gangguan makan, serta melacak tren global dari 1990 hingga 2023.

Para peneliti menggunakan metrik tahun hidup yang disesuaikan dengan disabilitas (disability-adjusted life year/DALY) untuk menganalisis beban gangguan mental, di mana satu DALY sama dengan satu tahun hidup sehat yang hilang. Gangguan mental menempati peringkat kelima sebagai penyebab utama DALY pada 2023, naik dari peringkat ke-12 pada 1990, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan gangguan kecemasan dan depresi berat, menurut studi tersebut.

Para peneliti mengaitkan tren itu dengan kombinasi berbagai faktor, termasuk perlakuan buruk terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga, genetika, meningkatnya ketidaksetaraan, perubahan iklim, pandemi dan konflik, serta kualitas dan ketersediaan data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.