BRI Life Lepas Tukik di Pantai Kuta Bali, Dukung Konservasi Penyu

Sabtu, 23 Mei 2026, 09:27 WIB

BADUNG - PT. Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan pelepasan 100 tukik serta pemberian bantuan untuk mendukung konservasi penyu di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sebagai bentuk komitmenn pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut, bekerja sama dengan komunitas konservasi penyu lokal.

“Melalui kegiatan pelepasan 100 tukik dan bantuan konservasi ini, BRI Life ingin turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut Indonesia. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya tentang melepas tukik, tapi kami berupaya untuk memperkuat populasi penyu sebagai salah satu spesies yang terancam punah” ujar Direktur Legal dan Kepatuhan BRI Life Aestika Oryza Gunarto di Pantai Kuta, Bali, Sabtu.

Ket. Foto: Jajaran Direksi BRI Life, relawan konservasi penyu, wisatawan dan masyarakat melepaskan tukik di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (23/5/2026). — Sumber: ANTARA

Sementara Direktur Pemasaran BRI Life Tina Meilina meambahkan penyu adalah salah satu indikator kesehatan laut. "Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi nyata menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung masyarakat lokal yang telah konsisten menjaga habitat penyu,” ucapnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini tidak hanya membantu upaya konservasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan laut serta menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian alam Indonesia bagi generasi mendatang.

Adapun Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan konservasi, karena Bali merupakan salah satu wilayah penting habitat peneluran alami penyu di Indonesia, khususnya untuk spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), yang termasuk satwa dilindungi dan berstatus rentan (vulnerable).

Pantai Kuta, Pantai Serangan, Pantai Saba, hingga kawasan Sanur, tercatat menjadi area pendaratan dan peneluran alami penyu di Bali.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Pelestarian Penyu Pantai Kuta I Gusti Ngurah Krisna mengatakan tukik yang menetas secara alami harus segera dikembalikan ke habitatnya agar lebih adaptif saat berada di laut.

Menurutnya, dari sekitar seribu tukik yang dilepasliarkan, hanya satu yang mampu bertahan hidup hingga dewasa berdasarkan hasil riset, sehingga penyu dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah.

Menurutnya, kondisi abrasi pantai dan persoalan sampah di Bali menjadi tantangan serius karena pantai merupakan habitat penting bagi penyu untuk berkembang biak.

Krisna mengungkapkan populasi penyu yang datang ke kawasan Pantai Kuta saat ini mengalami penurunan hingga sekitar 75 persen dibandingkan tahun lalu. Hal itu dipengaruhi oleh aktivitas manusia, abrasi hingga sampah laut.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, namun tetap berkomitmen bersama kelompok pelestari dan tim penyelamat penyu yang telah bekerja secara sukarela selama 26 tahun terakhir demi menjaga kelestarian penyu di Pantai Kuta.

Di Bali sendiri, kawasan Pantai Kuta secara rutin menjadi lokasi penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik, terutama pada musim peneluran antara Mei hingga Oktober.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.