Tiga Orang Tewas Terpapar Zat Tak Dikenal Dalam Sebuah Rumah di New Mexico AS

Kamis, 21 Mei 2026, 16:43 WIB

NEW MEXICO - Tiga orang meninggal dan hampir 20 petugas tanggap darurat dikarantina pada hari Rabu (20/5) setelah terpapar zat yang tidak dikenal di sebuah rumah di New Mexico , kata pihak berwenang.

Dari Fox News, Kepolisian Negara Bagian New Mexico mengatakan petugas menanggapi laporan sekitar pukul 11 ​​pagi di sebuah kediaman di Mountainair, New Mexico, untuk membantu Kantor Sheriff Kabupaten Torrance terkait dugaan overdosis yang melibatkan zat yang tidak diketahui.

Ket. Foto: Para pejabat mengatakan empat orang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kediaman Mountainair saat menerima panggilan terkait dugaan overdosis. — Sumber: Istimewa

Pihak berwenang mengatakan empat orang ditemukan tak sadarkan diri di dalam kediaman tersebut. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, menurut pernyataan polisi.

Para pejabat mengatakan 18 petugas tanggap darurat terpapar zat tersebut dan kemudian mulai mengalami gejala termasuk mual dan pusing.

Penghuni keempat rumah tersebut dan para petugas tanggap darurat yang terpapar dibawa ke Rumah Sakit Universitas New Mexico, tempat mereka dikarantina, dievaluasi, dan dipantau.

Menurut polisi, dua petugas pertolongan pertama masih dalam kondisi serius.

Walikota Mountainair, Peter Nieto, mengatakan bahwa tiga dari empat petugas EMT dari Mountainair EMS telah dipulangkan dari rumah sakit, sementara Kepala EMS, Josh Lewis, akan tetap dirawat di rumah sakit semalaman untuk observasi.

Nieto mengatakan Lewis adalah petugas pertama yang memasuki kediaman tersebut.

Tim penanganan bahan berbahaya dari Albuquerque Fire Rescue sedang berupaya mengidentifikasi zat yang terlibat.

Para penyelidik mengatakan mereka yakin zat tersebut dapat menyebar melalui kontak tetapi tidak yakin zat tersebut dapat menyebar melalui udara.

Pihak berwenang mengatakan tidak ada ancaman terhadap masyarakat dan bahwa perimeter keamanan telah dibuat di sekitar kediaman tersebut.

"Saat ini, kami belum mengetahui penyebab pastinya," kata Nieto dalam unggahan Facebook. "Namun, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, semua indikasi mengarah pada narkotika sebagai faktor yang mungkin berperan. Investigasi masih berlangsung, dan para pejabat bekerja dengan cermat untuk mengkonfirmasi fakta sebelum merilis kesimpulan akhir."

Mountainair Public Works mengatakan insiden tersebut bukan disebabkan oleh karbon monoksida atau terkait dengan gas alam.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.