Iran Yakin Keamanan Terjamin di Piala Dunia 2026 Meski Situasi Timur Tengah Memanas
Kamis, 21 Mei 2026, 00:10 WIBANTALYA, TURKI - Tim nasional Iran menyatakan keyakinan bahwa seluruh protokol keamanan selama Piala Dunia 2026 akan berjalan dengan baik meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran sekaligus direktur tim nasional, Mehdi Mohammad Nabi, menegaskan bahwa pihaknya percaya penuh kepada sistem keamanan yang disiapkan FIFA untuk turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat.
Skuad Iran tiba di Antalya, Turki, pada hari Senin untuk menjalani pemusatan latihan jelang turnamen. Mereka dijadwalkan berada di Turki selama beberapa pekan sebelum bertolak ke Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Persiapan Iran berlangsung di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu konflik lebih luas di kawasan tersebut.
Meski demikian, Mohammad Nabi memastikan tim nasional Iran tetap tenang menghadapi situasi itu.
âSemua akan berjalan dengan baik sesuai protokol dan ketentuan yang telah ditetapkan FIFA,â ujar Mohammad Nabi.
âDi Amerika Serikat juga terdapat sejumlah komite, termasuk komite keamanan yang bekerja sama dengan FIFA dan bertanggung jawab terhadap seluruh aspek keamanan.â
Ia menambahkan bahwa Iran telah memiliki pengalaman panjang tampil di berbagai edisi Piala Dunia sehingga memahami mekanisme pengamanan yang diterapkan FIFA.
âDalam beberapa tahun terakhir kami sudah mengalami situasi seperti ini dan memahami bagaimana komite keamanan bekerja di setiap Piala Dunia yang kami ikuti. Karena itu kami sangat percaya diri dan memiliki rencana yang jelas,â lanjutnya.
Meski optimistis terkait keamanan, Iran masih menghadapi persoalan administrasi menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat. Federasi Iran mengungkapkan bahwa para pemain dan staf hingga kini belum menerima visa masuk ke AS.
Rencananya, proses pengajuan visa akan dilakukan melalui Kedutaan Besar Kanada di Turki.
âKami belum bisa memastikan seluruh pemain dan staf akan mendapatkan visa Amerika Serikat,â kata Mohammad Nabi.
Namun, ia menegaskan bahwa negara tuan rumah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi seluruh peserta sesuai regulasi FIFA.
âSalah satu aturan yang berlaku bagi tuan rumah adalah mereka harus memberikan jaminan sesuai statuta FIFA dan regulasi kompetisi.â
âSalah satu komitmen mereka adalah soal visa. Mereka wajib memberikan fasilitas visa kepada seluruh negara peserta Piala Dunia.â
Menurut Mohammad Nabi, FIFA juga telah melakukan koordinasi agar Amerika Serikat memberikan dukungan penuh kepada Iran selama proses tersebut berlangsung.
Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka di Los Angeles, 15 Juni mendatang.
Setelah itu, Iran akan menghadapi Belgia di kota yang sama sebelum menantang Mesir di Seattle.
Selama turnamen berlangsung, Iran akan menjadikan Tucson, Arizona, sebagai basis utama mereka di Amerika Serikat.
- Iran
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.