Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pilah Sampah untuk Mengurangi Beban TPST Bantar Gebang

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 23:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pilah Sampah untuk Mengurangi Beban TPST Bantar Gebang Doc: Antara
Ket. Program pemilahan sampah di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026).

Jakarta - Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan bersama unsur pemerintah dan aparat kepolisian menggalakkan program pemilahan dan pengolahan sampah guna mendukung program pengurangan volume sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Kita perlu lakukan pemilahan dan pengolahan sehingga sampah itu tidak semua dibuang ke TPST Bantar Gebang," kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Jakarta Timur, Rabu.

Menurut Revi, terminal sebagai area publik yang dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang setiap harinya menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kecamatan Ciracas dan Satpel Lingkungan Hidup yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terminal terkait pengelolaan sampah.

Menurut Revi, dukungan lintas instansi tersebut dapat membuat program pengelolaan sampah di Terminal Kampung Rambutan berjalan lebih maksimal ke depannya.

Selain pengelolaan sampah oleh petugas kebersihan, pihak terminal juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan terminal dengan membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah sejak awal.

Dengan langkah tersebut, Revi berharap kebersihan dan kenyamanan Terminal Kampung Rambutan dapat terus terjaga sehingga memberikan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi para penumpang, pedagang maupun pekerja di kawasan terminal.

Sementara itu, Camat Ciracas Panangaran Ritonga mengatakan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat terminal menjadi kunci keberhasilan program pengurangan sampah.

Apalagi, kawasan terminal menjadi salah satu titik dengan aktivitas tinggi sehingga menghasilkan volume sampah yang cukup besar setiap hari.

Bahkan, tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Terminal Kampung Rambutan juga dimanfaatkan warga sekitar untuk membuang sampah rumah tangga.

"Program pemilahan dan pengolahan sampah diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke lokasi pembuangan akhir tersebut," kata Ritonga.

Sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus perusahaan otobus (PO Bus) dan petugas kebersihan mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah organik dan non-organik serta pengolahan sampah menjadi kompos.

Kegiatan ini melibatkan Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Ciracas, Polsek Ciracas, pengurus PO Bus, petugas kebersihan terminal hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan terminal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Percepat Penat...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.