Pemerintah Kota Sorong Siapkan 38 Sapi Kurban Lokal untuk Idul Adha 2026
Rabu, 20 Mei 2026, 13:44 WIBSORONG â Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyiapkan sebanyak 38 ekor sapi kurban lokal untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai upaya mendukung momentum hari besar keagamaan itu.Â
Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara di Sorong, Rabu (20/5), mengatakan seluruh sapi kurban tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh tim teknis Dinas Pertanian.
âSebanyak 38 ekor sapi kurban sudah kami siapkan. Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi sehingga dipastikan sapi kurban yang akan disembelih tahun ini sehat dan sesuai standar nasional,â katanya.
Ia menjelaskan, sapi kurban yang disiapkan tahun ini seluruhnya berasal dari peternak lokal binaan Dinas Pertanian Kota Sorong.
Menurut dia, pemerintah daerah melalui dinas teknis telah melakukan pendampingan langsung kepada kelompok peternak dalam rangka penyediaan hewan kurban menjelang Idul Adha.
âSapi kurban tahun ini seluruhnya berasal dari Kota Sorong, dari peternak binaan kami,â ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinas Pertanian juga telah melakukan pengobatan dan pengawasan kesehatan hewan beberapa minggu sebelum pelaksanaan Idul Adha guna memastikan hewan bebas dari penyakit.
Nelwan menambahkan, distribusi sapi kurban nantinya akan disesuaikan dengan data panitia pelaksana kurban di masjid-masjid yang ada di Kota Sorong.
âKami juga sudah melakukan rapat teknis untuk menyiapkan personel pendamping saat pemotongan hewan kurban di hari H,â katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Sorong, Rocky Kawer, mengatakan pengawasan hewan kurban dilakukan untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni antemortem atau pemeriksaan fisik sebelum penyembelihan dan postmortem atau pemeriksaan organ serta daging setelah pemotongan.
âSetelah pemeriksaan antemortem, kami mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditandatangani dokter hewan berwenang,â ujarnya.
Menurut Rocky, pemeriksaan postmortem penting dilakukan karena petugas kerap menemukan organ hewan seperti hati dan paru-paru yang terindikasi mengandung cacing atau penyakit tertentu.
"Apabila ditemukan dugaan penyakit berbahaya, organ atau daging tersebut akan dipisahkan dan diperiksa lebih lanjut di laboratorium karantina hewan," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Pertanian menargetkan peningkatan lokasi pemotongan hewan kurban tahun ini menjadi sekitar 30 hingga 35 masjid dari sebelumnya sekitar 22 masjid pada tahun lalu.
âKami bekerja sama dengan MUI dan Badan Musyawarah Mubalig Indonesia untuk pendataan lokasi pemotongan hewan kurban,â katanya.
- Idul Adha
- Pemerintah Kota Sorong
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kawal Program Presiden, Kemendagri Pantau Ketat Inflasi Daerah dan Makan Bergizi Gratis
-
Kodim Cianjur Pastikan Pelaku Perampokan Bersenpi Bukan Anggota TNI
-
Membuat Steak Daging Kambing dan Sapi dari Bahan Daging Qurban
-
HIPMI Dorong Gerakan Hemat Energi untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
-
Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman
-
AS akan Kirim 1.000 Pasukan Divisi Lintas Udara untuk Menyerang Iran dalam Beberapa Hari
-
Omzet Naik Drastis, Pedagang Pantai di Trenggalek Sumringah Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.