Gen Z Naik Kereta Api Demi Keberlanjutan Masa Depan

Rabu, 20 Mei 2026, 16:17 WIB

JAKARTA -- Generasi Z kini menjadi kelompok penumpang baru yang terus bertumbuh di PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan alasan utama memilih kereta api bukan sekadar mobilitas, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Anak muda itu naik kereta sudah berbicara keberlanjutan. Ini juga kami tangkap dengan mengimplementasikan beberapa hal di KAI ini seperti mencantumkan jejak karbon di tiket, sehingga mereka tahu kontribusi mereka kalau naik kereta itu untuk mengurangi polusi berapa banyak," kata Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba dalam sebuah wawancara dikutip Rabu.

Ket. Foto: Arsip - Penumpang bersiap menaiki kereta api. PT KAI Jakarta menyediakan 242.169 tiket kereta pada masa libur panjang Kenaikan Isa Almasih pada 13-18 Mei 2026. — Sumber: ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta

Data soal tren tersebut berasal dari survei yang dilakukan Kantor Berita Antara saat momen Lebaran. Hasilnya mengungkap bahwa penumpang baru KAI terus bertumbuh dan didominasi usia produktif yang menjadikan keberlanjutan sebagai alasan utama memilih kereta api.

Sepanjang 2025, KAI mencatat lebih dari 500 juta penumpang, setara dua kali lipat jumlah penduduk Indonesia. Pada kuartal pertama 2026, angkanya sudah menyentuh sekitar 128 juta. KAI memproyeksikan pertumbuhan 6-8 persen, namun sejumlah segmen tumbuh jauh melampaui target, dengan kereta jarak jauh dan lokal meningkat lebih dari 15 persen, sementara LRT dan KRL tumbuh di atas 10 persen.

"Potensi-potensi inilah yang membuat banyak hal yang harus dilakukan oleh KAI lima tahun ke depan melalui investasi jangka panjang dan jangka pendek, karena kita melihat pertumbuhannya bertumbuh," ujar Anne.

‎Pertumbuhan signifikan juga tercatat di luar Jabodetabek. KRL Yogyakarta-Solo yang semula hanya ditarget 6.000 penumpang per hari kini melayani hampir 20.000 penumpang pada hari kerja, dan melonjak hingga lebih dari 40.000 penumpang saat libur panjang Lebaran.

Seluruh perbaikan layanan KAI berpijak pada suara pelanggan yang dikelola melalui sistem Customer License Management, terintegrasi dengan data tiket hingga data Dukcapil. Dalam lima tahun terakhir hingga pertengahan Maret 2025, KAI menerima 12,6 juta suara pelanggan yang kemudian diterjemahkan menjadi program perbaikan nyata.

‎"Investasi berdasarkan voice of customer. Yang kedua adalah menentukan service level agreement, sesuatu yang harus dipenuhi. Contohnya toilet: dulu bayar, mereka minta gratis. Setelah gratis, mereka bilang harus bersih. Setelah bersih, tidak cukup, harus kering. Setelah kering, tidak boleh ada bau," jelas Anne menggambarkan bagaimana satu indikator layanan bisa berkembang dari satu KPI menjadi sepuluh KPI.

KAI juga berinvestasi pada sistem CCTV analitik untuk menangani pelecehan seksual. Dari 12,6 juta suara pelanggan dalam setahun, terdapat 50 laporan pelecehan seksual. Meski kecil secara persentase, Anne menegaskan dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

"Satu laporan pelecehan seksual saja itu bisa mempengaruhi keyakinan orang untuk naik transportasi publik. Jadi karena dampaknya sangat luar biasa, kami berani melakukan investasi supaya memberi rasa aman kepada 1,3 juta penumpang komuter yang setiap hari mayoritas bekerja menggunakan komuter," kata Anne.

Ke depan, KAI tengah mempersiapkan elektrifikasi KRL ke arah Karawang dan Merak, reaktivasi jalur-jalur lama, serta integrasi layanan antarmoda dengan Transjakarta dan ojek online. Anne juga menyebut ambisi KAI untuk menjadi operator kelas dunia, termasuk kemungkinan mengoperasikan kereta di negara lain, mengingat Indonesia kini menjadi satu-satunya negara ASEAN dengan kereta cepat yang dioperasikan 100 persen oleh masinis Indonesia.

‎"Kepada masyarakat Indonesia, pelanggan kami, ketahui bahwa naik kereta api adalah langkahmu untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dari polusi. Jangan lupa naik kereta api ke manapun dan tinggalkan jejak karbonmu supaya kita tahu kontribusi kita untuk menyelamatkan masa depan Indonesia," kata Anne.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.