Ada yang Berbeda dalam Upacara Adat Garebeg Besar 2026

Rabu, 20 Mei 2026, 23:23 WIB

Yogyakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar prosesi upacara adat Garebeg Besar pada 2026, dengan format yang disederhanakan, atau tanpa kirab pareden dan prajurit, namun tetap menjaga tradisi budaya tahunan yakni memperingati Idul Adha, secara khidmat.

"Masyarakat perlu memahami bahwa penyesuaian format tahun ini merupakan bentuk penyederhanaan dan bukan peniadaan upacara adat," kata Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dian Lakshmi Pratiwi dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu.

Ket. Foto: Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa rengginang bagian dari "uborampe" Garebeg menuju Masjid Gede Kauman saat upacara adat Garebeg Besar di Keraton Yogyakarta, Minggu (10/7/2022). — Sumber: Antara

Menurut dia, Keraton Yogyakarta memutuskan untuk memusatkan seluruh rangkaian prosesi pembagian pareden hanya di dalam Keraton dan diperuntukkan hanya untuk abdi dalem, sesuai dengan instruksi Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menghargai dan menghormati penyesuaian yang dilakukan Keraton Yogyakarta. Karena menurutnya kebijakan tersebut tetap tidak akan mengurangi nilai sakral dari upacara adat itu sendiri.

"Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan Keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari Raja," katanya.

Dian mengatakan, nilai luhur Garebeg sebagai perwujudan sedekah Raja kepada masyarakatnya tetap terjaga seutuhnya melalui para abdi dalem.

"Seluruh mekanisme pembagian pareden dilakukan secara internal dan diatur sepenuhnya oleh manajemen domestik Keraton Yogyakarta," katanya.

Perubahan  lokasi distribusi itu berdampak langsung pada agenda di luar Keraton yang biasanya terbuka untuk publik luas. Prosesi iring-iringan pareden yang dalam kondisi reguler dibawa menuju Kompleks Kepatihan (Kantor Gubernur DIY) dan Puro Pakualaman, dipastikan tidak dilaksanakan pada Garebeg Besar 2026.

Secara historis, tradisi Garebeg, yang secara etimologis berarti diiringi banyak orang atau merujuk pada kehebohan (gumrebeg), kerap mengalami adaptasi zaman.

Berakar dari tradisi Jawa kuno Rajawedha, format sedekah Raja ini sempat bermutasi menjadi sarana syiar Islam pada era Kerajaan Demak oleh Wali Songo, hingga akhirnya terjaga di Yogyakarta dalam tiga perayaan besar setahun.

Dari masa ke masa, jumlah dan jenis gunungan yang dikeluarkan mulai dari Gunungan Kakung, Putri, Darat, Gepak, hingga Pawuhan, selalu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi zaman.

Dian menyatakan bahwa penyesuaian format seperti sekarang bukanlah hal baru, di mana format serupa juga pernah diterapkan secara ketat saat masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

"Pemda DIY mengimbau masyarakat untuk memahami langkah penyesuaian ini, mengingat nilai kesakralan dan doa keselamatan bagi masyarakat tetap berjalan khidmat," kata Dian.

  • yogyakarta

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.