Tekan Produksi Residu Sampah dari Sumbernya, Pemkot Jakbar Gencar Lakukan Ini!

Selasa, 19 Mei 2026, 04:43 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggencarkan pengurangan residu sampah dari sumbernya dengan cara pemilahan mulai dari tingkat RW, sekolah, perkantoran hingga pasar.

"Sumbernya bisa di permukiman, sekolah, kantor, taman, pasar dan sebagainya. Kita berharap semua entitas di wilayah itu sudah mulai melakukan pemilahan," kata Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah saat meninjau pemilahan sampah di areal Taman Gajah RT 006 RW 03, Meruya Selatan, Senin (18/5).

Ket. Foto: Kondisi tumpukan sampah sebelum dibersihkan di pinggir Jalan Inspeksi Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (30/3/) sore. — Sumber: ANTARA/Risky Syukur

Iin mengatakan, pengurangan sampah di sumbernya dilakukan sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

"Ini memastikan bahwa persoalan sampah harus mulai kita kurangi dari sumbernya," tutur Iin.

Menurutnya, pemilahan sampah pada dasarnya, memisahkan sampah organik, an organik dan residu.

“Sampah an organik bisa ditabung atau diolah di Bank Sampah. Sampah organik seperti daun-daun, diolah menjadi pupuk kompos untuk dimanfaatkan kembali. Sehingga sampah residu yang menjadi persoalan di tempat sampah akan sedikit,” kata dia.

Pihaknya pun siap menjalankan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya bersama masyarakat dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, melalui Satuan Pelaksana Sudin LH pada masing-masing kecamatan.

Selain itu, ia juga meminta RW-RW yang sudah menerapkan pemilahan sampah agar menjadi percontohan bagi RW lainnya.

"Melakukan pemilahan sampah dari sumbernya secara bersama," imbuh Iin.

Diketahui, Jakarta Barat masih dihadapkan dengan tingginya timbulan sampah, yakni sekitar 807.966 ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang sudah dimanfaatkan kembali setiap tahunnya.

Salah satu faktor sampah menumpuk di sejumlah titik di Jakarta Barat adalah pembatasan kuota pembuangan wilayah itu ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, dari 308 truk menjadi 190 truk per hari.

Pembatasan itu imbas insiden longsor pada 8 Maret lalu di TPST terbesar di Asia Tenggara itu.

Kondisi itu membuat pengangkutan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) wilayah Jakarta Barat terhambat. Namun di saat yang sama, produksi sampah masyarakat tak turut berkurang. Penumpukan sampah pun tak terhindarkan.

Pemkot Jakbar pun melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi residu sampah yang diangkut ke pembuangan akhir, termasuk melalui upaya pemilahan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.