Pulau Terluar RI Kini Jadi Pusat Ekowisata Penyu

Selasa, 19 Mei 2026, 16:16 WIB

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot perlindungan penyu yang merupakan satwa dilindungi melalui skema kolaborasi di Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas. Model ini mengandalkan kerja sama antara pemerintah pusat, mitra, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pengelolaan konservasi berjalan berkelanjutan.

Penguatan kolaborasi terlihat dari pelatihan pemasangan metal tag pada penyu yang baru saja digelar di Pulau Mangkai. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki sistem pemantauan dan pencatatan populasi penyu secara berkelanjutan.

Ket. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot perlindungan penyu yang merupakan satwa dilindungi melalui skema kolaborasi di Kawasan Konservasi Nasional Kepulauan Anambas — Sumber: Antara

“Pulau Mangkai punya posisi strategis sebagai pulau terluar sekaligus habitat penting pendaratan penyu. Kawasan ini masuk dalam Konservasi Kepulauan Anambas yang dikelola KKP, jadi pengelolaannya diarahkan tidak hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi warga lewat ekowisata berbasis konservasi,” jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara di Jakara, Selasa (19/5).

Hal senada disampaikan Kepala Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru, Rahmad Hidayat. Menurutnya, pendekatan multipihak membuat upaya perlindungan penyu jadi lebih efektif karena masyarakat dilibatkan langsung sebagai penjaga utama habitat.

Data lapangan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada periode 2022–2025, tim mencatat 3.139 pendaratan penyu. Dari jumlah itu, 2.858 sarang direlokasi untuk menaikkan angka keberhasilan penetasan dan mengurangi risiko serangan predator. Dari 259.221 butir telur yang terdata, sebanyak 224.075 berhasil menetas dan 221.635 tukik sudah dilepasliarkan.

Ketua Yayasan Jaga Mangkai, Murwanto, menekankan bahwa program ini tidak berhenti pada konservasi. “Kami mengajak masyarakat terlibat mulai dari pemantauan hingga pengembangan ekowisata. Tujuannya agar perlindungan penyu juga memberi dampak ekonomi nyata bagi warga setempat,” ujarnya.

KKP bersama mitra juga terus meningkatkan kapasitas warga sebagai petugas pelindung penyu melalui pelatihan pemasangan metal tag. Teknik ini membantu mengidentifikasi individu penyu, memetakan pola migrasi, dan memperkuat basis data ilmiah untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Kepala Desa Keramut, Markos, menyambut baik program tersebut. “Kami merasa punya tanggung jawab menjaga penyu dan habitatnya. Pelatihan dan pendampingan ini memberi kami ilmu sekaligus peluang ekonomi dari kegiatan konservasi,” katanya.

Rencananya, fasilitas pendukung di Pulau Mangkai akan terus ditambah. Mulai dari rumah jaga, energi terbarukan, air bersih, hingga program edukasi dan adopsi sarang penyu. Dengan fasilitas ini, kawasan diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi dan destinasi ekowisata konservasi di wilayah perbatasan.

KKP memastikan model kolaborasi ini akan diperluas sebagai bagian dari strategi nasional perlindungan spesies laut. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mendorong penguatan ekonomi biru melalui perlindungan ekosistem laut, termasuk penyu, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.