Svitolina Panaskan Persaingan Jelang Prancis Open

Senin, 18 Mei 2026, 06:16 WIB

ROMA - Petenis Ukraina Elina Svitolina menebar ancaman menjelang Prancis Open setelah menaklukkan Coco Gauff dalam duel sengit final Italia Open, Minggu (17/5) dini hari WIB. Svitolina bangkit lewat pertarungan tiga set 6-4, 6-7(3), 6-2 untuk meraih gelar ketiganya di Roma sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat berbahaya di Roland Garros.

Kemenangan di Foro Italico terasa lebih dari sekadar trofi WTA 1000. Dalam dua pekan terakhir, Svitolina menundukkan deretan pemain elite dunia, mulai dari Elena Rybakina, Iga Swiatek, hingga Gauff di partai puncak. Rangkaian hasil tersebut menjadi modal besar menuju Grand Slam tanah liat yang dimulai 24 Mei di Paris.

Ket. Foto: Elina Svitolina dari Ukraina berpose dengan trofi setelah memenangkan final turnamen tenis WTA Rome Open melawan Coco Gauff dari AS di Foro Italico di Roma pada 16 Mei 2026. — Sumber: Tiziana FABI / AFP

Bagi Svitolina, performa di Roma seperti penegasan bahwa dirinya kembali berada di level tertinggi. Delapan tahun setelah terakhir kali mengangkat trofi di ibu kota Italia, petenis 31 tahun itu kini datang dengan pengalaman yang jauh lebih matang, termasuk setelah sempat meninggalkan tur karena melahirkan putrinya pada akhir 2022 bersama sesama petenis, Gael Monfils.

“Sulit dipercaya sudah delapan tahun sejak saya memegang trofi ini di sini,” ujar Svitolina. “Saya sangat puas dengan dua pekan yang saya jalani. Coco tampil luar biasa dan saya berharap kami bisa kembali bertemu dalam pertandingan besar lainnya,” tambahnya.

Laga final berlangsung ketat sejak awal. Gauff, unggulan keempat dunia sekaligus juara bertahan Roland Garros, beberapa kali mampu menekan lewat reli panjang dan permainan agresif dari baseline.

Di set pertama, dia dua kali bangkit setelah kehilangan servis sebelum menyamakan kedudukan 4-4. Pukulan-pukulan keras dari sisi backhand membuat Gauff berada dalam tekanan hingga petenis Amerika Serikat itu melakukan dua double fault krusial yang memberi keuntungan bagi Svitolina untuk merebut set pembuka.

Momentum sempat berubah di set kedua. Svitolina nyaris mengunci kemenangan ketika meningkatkan tempo permainan pada fase akhir set. Namun Gauff bertahan dengan gigih dan memaksakan tie-break setelah sebuah voli refleks di depan net membuyarkan ritme lawannya.

Gauff tampil lebih tajam pada tie-break dan memaksa pertandingan memasuki set penentuan. Akan tetapi, pengalaman Svitolina berbicara pada momen krusial. Kesalahan backhand Gauff di gim kelima membuka jalan bagi break penting sebelum petenis Ukraina itu kembali mencuri servis lawan untuk unggul jauh.

Svitolina akhirnya memastikan kemenangan pada match point ketiga setelah hampir tiga jam pertarungan melelahkan. Seusai laga, dia mendedikasikan kemenangan tersebut untuk rakyat Ukraina yang masih menghadapi situasi perang sejak invasi Russia pada tahun 2022. ben/AFP/G-1

  • Prancis Open

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.