Jagung Bengkayang Tembus Malaysia, PLBN Jagoi Babang Kian Sibuk

Minggu, 17 Mei 2026, 18:40 WIB

BENGKAYANG – Ekspor jagung mencerminkan peningkatan kapasitas produksi dan daya saing sektor pertanian domestik di pasar internasional.

Ketika produksi mampu melampaui kebutuhan dalam negeri, peluang ekspor menjadi terbuka sekaligus memberi nilai tambah bagi petani dan rantai industri pangan.

Ket. Foto: Kegiatan ekspor perdana 100 ton jagung hasil panen raya kuartal II tahun 2026 dari Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Minggu (17/5/2026). — Sumber: ANTARA/ Narwati

Namun, keberlanjutan ekspor jagung sangat bergantung pada stabilitas produksi, kualitas hasil panen, serta efisiensi distribusi.

Fluktuasi cuaca, biaya logistik, hingga perubahan harga global dapat memengaruhi daya saing jagung Indonesia di pasar ekspor.

Karena itu, peningkatan produktivitas dan penguatan infrastruktur pascapanen menjadi faktor penting agar ekspor tidak bersifat sementara.

Di sisi lain, ekspor jagung juga perlu diimbangi dengan pengamanan pasokan domestik, terutama untuk kebutuhan pakan ternak dan industri pangan.

Dengan pengelolaan yang tepat, ekspor jagung tidak hanya menjadi sumber devisa, tetapi juga indikator bahwa sektor pertanian nasional mulai bergerak menuju orientasi produksi yang lebih modern dan kompetitif.

Sebanyak 100 ton jagung hasil panen raya kuartal II tahun 2026 dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, diekspor ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.

"Ekspor jagung tersebut menjadi bagian dari penguatan perdagangan komoditas pertanian lintas batas sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab di Bengkayang, Minggu.

Dia mengatakan pengiriman tersebut merupakan yang pertama dari hasil panen raya jagung kuartal II Tahun 2026 di Bengkayang.

Kapolres mengatakan ekspor jagung tersebut menunjukkan komoditas pertanian dari Bengkayang memiliki potensi bersaing di pasar internasional, khususnya negara tetangga Malaysia.

Menurut dia, ekspor tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Ekspor ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, Polri, petani, dan pelaku usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas akses pasar hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan posisi Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi peluang strategis untuk pengembangan perdagangan komoditas pertanian.

Karena itu, lanjut dia, penguatan sektor pertanian dan distribusi hasil panen perlu terus didorong agar Kabupaten Bengkayang dapat berkembang menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan sekaligus pintu ekspor komoditas pertanian di Kalimantan Barat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.