Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Kirim 47 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Perkuat Ketahanan Pangan Asia-Pasifik

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Kirim 47 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Perkuat Ketahanan Pangan Asia-Pasifik Doc: Antara
Ket. Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman (kiri), Menteri Pertanian Perikanan dan Kehutanan Australia Julie Collins MP (kanan).

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan seiring dimulainya ekspor pupuk ke Australia di tengah ketidakpastian global.

“Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurut Amran, hubungan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor pangan semakin menguat. Ia mengaku menerima telepon langsung dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins yang menyampaikan apresiasi atas dukungan pasokan pupuk dari Indonesia.

Amran mengatakan pemerintah Australia berterima kasih karena Indonesia membantu menjaga ketersediaan pupuk di tengah gangguan rantai pasok global akibat tekanan geopolitik dunia.

“Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global,” ujarnya.

Menurut Amran, pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian di kawasan Asia-Pasifik.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain.

Ucapan terima kasih juga sebelumnya disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo untuk mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” kata Amran.

Menurut dia, komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pangan Indonesia dan Australia berkembang menjadi kemitraan strategis yang semakin erat.

Amran menyampaikan hal tersebut saat pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (14/5).

Ia menjelaskan ekspor tersebut merupakan bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) Indonesia-Australia untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Pada tahap awal, volume ekspor yang dikirim mencapai 47.250 ton. Jumlah itu merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250 ribu ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500 ribu ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.

“Ini mencetak sejarah karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia,” kata Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.