Wisata Edukasi Baru, Banyuwangi Kembangkan Sumber Air Penuh Nilai Sejarah

Sabtu, 16 Mei 2026, 01:45 WIB

BANYUWANGI – Pengembangan wisata edukasi alternatif mulai menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan pengalaman liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai pengetahuan bagi pengunjung.

Konsep ini memadukan unsur rekreasi dengan pembelajaran, mulai dari wisata budaya, sejarah, lingkungan, hingga pertanian dan kearifan lokal masyarakat.

Ket. Foto: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama di Sumber Air Gedor, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jatim. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Di sisi lain, wisata edukasi alternatif juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi daerah karena mampu menarik wisatawan dengan pengalaman yang lebih unik dan berbeda.

Dengan pengelolaan yang kreatif dan dukungan fasilitas yang memadai, konsep wisata seperti ini berpotensi menjadi daya tarik baru yang mampu memperkuat sektor pariwisata lokal.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan kawasan sumber mata air tertua dan bersejarah sebagai wisata edukasi alternatif sekaligus mengenalkan kepada pelajar dan masyarakat.

Sumber mata air yang menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, itu untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Banyuwangi, yakni Sumber Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

"Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat, dan ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik dan lingkungan yang melingkupinya," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat (15/5).

Sumber Air Gendor yang dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927 tersebut, lanjut dia, akan menjadi wisata edukasi alternatif, terlebih sumber mata air ini bisa disebut semacam cagar budaya.

Menurut Ipuk, sumber mata air tertua itu berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk.

"Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen," katanya.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman menyampaikan bahwa pelajar bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya, dan pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

Menurut dia, PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan itu dan pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat. Selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

"Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda," kata Abdurrahman.

Di tempat itu, katanya, anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka, dan siswa bisa minum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

"Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini," ujar Abdurrahman.

Ia menambahkan, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar Sumber Air Gedor, karena lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri dan lainnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.