Sidoasri Dicoret, Ternyata Ini Lokasi Baru Calon Kampung Nelayan Mewah di Malang Selatan

Kamis, 14 Mei 2026, 18:20 WIB

MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, memacu transformasi kawasan pesisir melalui percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Setelah Desa Pujiharjo sukses dipoles, kini giliran Desa Kedungsalam di Kecamatan Donomulyo yang dipersiapkan menjadi sentra baru ekonomi nelayan, khususnya untuk komoditas ikan karang dan gurita. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menata infrastruktur permukiman di atas lahan negara, tetapi juga menciptakan simpul-simpul pasar mandiri yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan para pencari nafkah di laut selatan Jawa Timur.

Ket. Foto: Arsip Foto - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring saat ditemui seusia meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring di Malang, Kamis, mengatakan Desa Kedungsalam menjadi satu dari dua lokasi yang diusulkan untuk menjadi KNMP dan telah disurvei oleh tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Yang diusulkan awalnya Kedungsalam dan Sidoasri, terus dari hasil survei yang diproses adalah Kedungsalam," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring di Malang, Kamis.

Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait urusan perizinan lahan.

"Status lahannya sama seperti (KNMP) Pujiharjo, yaitu hutan negara sehingga kami berproses meminta izin ke gubernur," ucap dia.

Dia berharap tahapan yang berjalan dapat dipenuhi secepatnya agar sesegera mungkin bisa dilakukan pembangunan.

Terkait batalnya Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebagai calon lokasi KNMP, menurutnya, dikarenakan kondisi geografis yang dinilai tak memungkinkan.

Ia menjelaskan akses wilayah menuju ke lokasi itu memiliki kontur tanah yang curam sehingga sedikit memiliki ketersediaan tanah datar untuk dibangun infrastruktur penunjang.

Pihaknya kini mencoba mengusulkan lokasi lain pengganti Desa Sidoasri untuk dibangun infrastruktur KNMP, yakni di wilayah Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan ke pemerintah pusat.

Dinas Perikanan setempat mulai melakukan penyusunan proposal pengajuan Desa Tambakrejo sebagai KNMP.

Apabila dua usulan terealisasi, maka Kabupaten Malang akan memiliki tiga KNMP dan salah satunya adalah di Desa Pujiharjo yang tinggal menunggu peresmian.

Victor menyampaikan keberadaan KNMP begitu penting untuk memperkuat perekonomian para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Malang. Pasalnya tiga lokasi KNMP memiliki beragam potensi perikanan.

Desa Pujiharjo, lanjutnya telah terkenal sebagai wilayah pendaratan ikan layur terbesar di Kabupaten Malang dengan jumlah tangkapan sepanjang 2025 mencapai 6.185,68 ton.

Kemudian, di Kedungsalam tangkapan mayoritas adalah ikan perairan karang, seperti kerapu dan kakap merah. Selain itu juga gurita.

Secara akumulasi data dari Dinas Perikanan menyebutkan, sepanjang 2025 tangkapan kerapu sebesar 2,99 ton, kakap merah sebesar 7,09 ton, dan gurita sebesar 526,67 ton.

Sedangkan, untuk calon lokasi KNMP di wilayah Tamban di Desa Tambakrejo bisa menjadi opsi pasar komoditas tuna selain di Pelabuhan Sendang Biru.

Jumlah tangkapan komoditas tuna sepanjang 2025 mencapai 1.109 ton.

"Nanti pasar tuna ada di Kampung Nelayan Merah Putih Tamban, kalau layur di Pujiharjo, dan ikan karang serta gurita di Kedungsalam. Kalau itu terjadi dampaknya sangat luar biasa bagi nelayan," tutur dia.

  • kampung nelayan merah putih
  • pemkab malang
  • dinas perikanan malang
  • desa kedungsalam
  • desa tambakrejo
  • potensi perikanan malang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.