Pemkot Ambon Koordinasi dengan Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman

Selasa, 16 Jun 2026, 06:05 WIB

AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok Pertalite di Kota Ambon tetap aman usai kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax.

“Depo kita di sini untuk Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Jadi semua ditampung di sini, kemudian didistribusikan lagi ke Papua dan Maluku Utara. Karena itu stok tetap ada. Nanti kita koordinasikan lagi, tapi yang pasti Pertamina menyampaikan bahwa stok masih tersedia,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin (15/6).

Ket. Foto: Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin (15/6). — Sumber: antara foto

Ia memastikan stok Pertalite masih tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu berdasarkan informasi yang disampaikan Pertamina kepada pemerintah daerah.

Pemkot juga terus memantau perkembangan distribusi BBM karena berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi daerah, terutama inflasi.

Menurutnya, di sisi lain, inflasi dipengaruhi oleh dua komponen, salah satunya administrated price atau harga yang ditetapkan pemerintah pusat, seperti BBM, rokok, dan tiket pesawat.

“Ini harga yang ditentukan pemerintah dan bukan kita. Kenaikan BBM, rokok, tiket pesawat itu bukan urusan kita, itu urusan pusat,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan komponen inflasi yang masuk kategori harga bergejolak (volatile food), seperti sayur-sayuran, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ia mengakui kenaikan harga BBM dapat berdampak pada kenaikan harga berbagai komoditas karena berkaitan dengan biaya produksi dan transportasi.

“Kenaikan BBM pasti berdampak kepada kenaikan lain-lain. Karena itu bicara soal biaya produksi, bicara soal transportasi, dan seterusnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemkot Ambon akan terus berupaya menjaga ketersediaan stok bahan kebutuhan masyarakat agar pasokan tetap terjaga dan gejolak harga dapat ditekan.

“Yang bisa kita lakukan adalah memastikan stok tersedia,” ucap Bodewin.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan informasi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini dipatok Rp16.250 per liter. Sementara di Ambon, Maluku kini seharga Rp16.550 per liter.

Angka tersebut naik Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp12.300 per liter. Kenaikan ini menjadi penyesuaian pertama untuk Pertamax setelah sebelumnya harga produk tersebut masih dipertahankan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang terjadi sejak konflik Israel-Iran memanas pada akhir Februari 2026.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.