UMKM Dibantu untuk Promosi

Rabu, 13 Mei 2026, 01:20 WIB

JAKARTA – Para pelaku usaha sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan mendapat fasilitas pendaftaran merek, barcode produk, desain hingga peluang mengikuti pameran dan promosi ke luar daerah. “UMKM akan terus dibantu untuk kegiatan-kegiatan tersebut,” jelas Ketua Tim Kerja Penguatan Daya Saing dan Perlindungan Usaha Mikro Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Irfansyah, di Tangerang, Selasa.

Dia mengatakan ada 100 pelaku usaha yang berasal dari 13 Kecamatan diberikan pendampingan. Selain itu, pelaku UMKM juga diberikan pelatihan mengenai proses kemasan, konsultasi desain logo, fasilitasi pendaftaran merek hingga cara promosi melalui marketplace dan platform digital lainnya.

Ket. Foto: Pengunjung mencari informasi tentang manajemen bisnis kuliner minuman pada Pameran Allfood Indonesia 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4). — Sumber: ANTARA/Muhammad Iqbal

“Harapannya, para pelaku UMKM Kota Tangerang bisa masuk ke seluruh pasar ritel, baik dalam maupun luar kota. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami standar kemasan, administrasi, hingga strategi pemasaran yang baik,” jelasnya.

Salah satu peserta UMKM kuliner, Ruslan Dahlang, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru terkait peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran. Kegiatan ini sangat bagus untuk pelaku usaha. “Kami belajar tentang packaging, menentukan harga, distribusi, hingga pemasaran agar produk bisa lebih unggul dan memiliki daya saing,” katanya.

Hal senada disampaikan Wiwin Busana, pelaku UMKM fashion asal Kecamatan Pinang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk terus berkembang dan memperluas pasar.

Harapannya UMKM bisa berkembang lebih pesat lagi dan pemasaran lebih luas sampai ke seluruh Indonesia. “Kegiatannya juga sangat memotivasi untuk terus maju dan berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menyelenggarakan pelatihan bisnis kopi untuk mendorong pengembangan UKM agar lebih maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

“Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan menyeluruh mulai dari pelatihan kewirausahaan, fasilitasi perizinan, sertifikasi produk, penguatan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar,” kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin.

Djaharuddin menjelaskan, program bertajuk UMKM Go Digital Let’s Talk About Coffee with Kumura.id juga menjadi upaya menciptakan wirausaha baru. Juga mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Saya mengapresiasi kolaborasi bersama PT David Roy Indonesia yang dinilai berperan penting dalam mendukung pengembangan UMKM di Jakarta Selatan melalui platform Kumura.id,” katanya. Menurutnya, sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini bukan hanya sebatas pelaksanaan pelatihan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam membangun kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas,” ungkap Djaharuddin.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga memberikan wawasan mengenai potensi usaha kopi yang saat ini berkembang menjadi salah satu tren pasar dengan peluang bisnis menjanjikan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.