Wamendagri Tegaskan Pentingnya Penguatan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Selasa, 12 Mei 2026, 00:40 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya penguatan pendidikan antikorupsi sejak usia dini. Ini sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan integritas generasi muda.

Menurut dia, langkah preventif melalui pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ket. Foto: Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus — Sumber: Kemendagri

"Kita mencatat sejumlah operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah sepanjang 2026 dan ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk memperkuat pencegahan korupsi," kata Wiyagus, Senin (11/5).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri. Wiyagus menilai penegakan hukum saja belum cukup apabila tidak diiringi pembentukan karakter dan budaya integritas di masyarakat karena itu, pendidikan antikorupsi dinilai perlu diperkuat melalui pendekatan preventif dan edukatif.

"Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan integritas," ujar dia.

Ia menambahkan, nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin perlu ditanamkan sejak usia dini. Termasuk pada jenjang PAUD dan sekolah dasar.

Menurut dia, penguatan pendidikan antikorupsi diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki integritas. Dan kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih.

Wiyagus berharap langkah tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi di masa mendatang.

"Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan integritas generasi penerus bangsa," ucap dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.