Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakbar Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 07:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Jakbar Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Doc: ANTARA
Ket. Bank Sampah Sakura RW 05, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci bernilai ekonomis, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan limbah minyak jelantah untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam memanfaatkannya secara tepat.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono mengatakan sosialisasi akan digencarkan hingga ke tingkat lurah dan RW dengan koordinasi di level kecamatan. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman akan manfaat pengelolaan minyak jelantah.

“Koordinasi dengan pihak kecamatan perlu ditingkatkan kembali, terutama dalam rapat-rapat mingguan. Jadi, sosialisasi kepada lurah dan RW bisa lebih paripurna, baik secara teknis pendistribusian jeriken maupun pemahaman mengenai manfaat program ini (pengumpulan jelantah) bagi masyarakat,” kata Yuli di Jakarta, Senin.

Pada periode Januari-Maret 2026, sebanyak 30 ribu liter minyak jelantah berhasil terkumpul di wilayah Jakarta Barat. Capaian tersebut menjadikan Jakarta Barat sebagai wilayah pengumpul minyak jelantah terbanyak di Jakarta.

Pemkot Jakarta Barat menggandeng Rumah Sosial Kutub (RSK) dalam program pengumpulan minyak jelantah melalui gerakan sedekah sampah dan minyak jelantah. Kerja sama ini dilakukan guna memperkuat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah agar ramah lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Manager Maintenance Rumah Sosial Kutub Muhammad Abdel Achrian mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

RSK mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna untuk mencegah pencemaran lingkungan, termasuk mendukung energi terbarukan. Limbah minyak jelantah dikumpulkan dari rumah tangga dan pelaku usaha untuk kemudian diproses dan diekspor atau dimanfaatkan di dalam negeri.

Adapun hasil penjualan hasil olahan limbah minyak jelantah didistribusikan untuk program sosial, kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, seperti santunan pendidikan, bantuan kesehatan, penyediaan alat kebersihan, hingga mendukung program urban farming (pertanian perkotaan) di lingkungan warga.

“Kami mengelola minyak jelantah ini secara bertanggung jawab untuk diekspor maupun diolah di dalam negeri menjadi bahan bakar ramah lingkungan seperti biodiesel atau biofuel. Hasil dari pengelolaan tersebut kemudian kami salurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk dana sosial,” ujar Abdel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.