Manfaat Satelit Nusantara Lima bagi Ekonomi Digital dan Kedaulatan Antariksa Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026, 02:25 WIBJAKARTA -Â Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa perluasan konektivitas nasional harus beriringan dengan jaminan keamanan bagi masyarakat di ruang siber.Â
Meutya mengatakan, pemerintah saat ini masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas konektivitas nasional. Saat ini tercatat sekitar 80 persen populasi atau sekitar 230 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan layanan digital.
âKeinginan kita adalah bagaimana agar 280 juta warga Indonesia bisa terhubung dan tidak hanya di daerah-daerah yang dekat dari Pulau Jawa tapi di berbagai daerah sampai Sabang, sampai Merauke, sampai Pulau Rote, sampai Miangas,â kata Meutya dalam acara peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin.
Ia mengatakan, pemerintahan mengusung konsep tiga pilar arah pembangunan digital nasional yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.
Menurut Meutya, pembangunan konektivitas tidak cukup hanya menghadirkan akses internet, tetapi juga harus mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
âTidak ada pembangunan konektivitas yang perlu dilakukan kalau dia tidak berujung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan ini pertumbuhan manusianya, pertumbuhan ekonominya, dan pertumbuhan hal-hal yang tentu mengarah ke kebaikan,â katanya.
Selain pertumbuhan, Meutya menegaskan pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek keamanan dan perlindungan masyarakat di ruang digital.
Ia menilai konektivitas dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak dibarengi dengan upaya menjaga ruang digital tetap aman.
Meutya mencontohkan berbagai ancaman digital seperti eksploitasi seksual terhadap anak hingga radikalisasi melalui gim daring yang perlu diantisipasi bersama.
âTidak ada konektivitas yang perlu diperjuangkan kalau kita tidak bisa menjaga, karena konektivitas itu justru dapat berujung kepada kemudaratan kalau tidak kita jaga,â ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Meutya juga mengapresiasi peresmian operasional Satelit Nusantara 5 yang disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia.
Ia berharap kehadiran satelit tersebut dapat mendukung keterhubungan, pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus menjaga kedaulatan digital Indonesia, termasuk di wilayah terluar.
Menurut dia, pengembangan ekosistem digital dan antariksa nasional membutuhkan keberanian, inovasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan industri.
âKalau kita mengikuti langkah-langkah Presiden Prabowo yang memang selalu ingin bahwa Indonesia hadir dalam berbagai konteks di kancah internasional, ternyata di antariksa kita juga hadir. Jadi bukan cuman di geopolitik yang kita lihat saat ini tapi di antariksa juga kita hadir,â kata Meutya.
- menkomdigi
- meutya hafid
- indonesia digital
- ekonomi digital
- satelit nusantara lima
- konektivitas digital
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Jaringan 5G Makin Luas, XLSmart Dorong Pengalaman Digital Pelanggan
-
Patriotik Banget! Warga Bersatu Kibarkan Bendera Raksasa di Jembatan Sungai Citanduy
-
XLSmart Perluas Cakupan Jaringan 5G di Medan, Binjai, dan Deli Serdang
-
Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman
-
Ada Pidato Kenegaraan dan Demo, Polisi Siagakan 8.095 Personel
-
Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng
-
Menekraf Berharap Indonesia Selalu Jadi Lokasi Syuting Film Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.