Dari Semarang ke Salatiga Gak Pake Macet! Ini Akses Tol Baru yang Mulai Dibangun PU

Selasa, 12 Mei 2026, 21:25 WIB

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai membangun Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan Jalan Tol Semarang–Solo dan dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng sejak April 2026.

Akses Tol Pattimura dibangun untuk meningkatkan konektivitas ke pusat Kota Salatiga serta mendorong mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi lokal di wilayah sekitarnya.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai membangun Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah — Sumber: istimewa

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan jalan tol memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai infrastruktur transportasi. “Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Menteri Dody.

Proyek ini direncanakan sejak 2023 dengan nilai pekerjaan Rp113,35 miliar dan ditargetkan rampung pada 2027. Total panjang akses mencapai 1,66 kilometer, terdiri dari ramp on 661 meter dan ramp off 998 meter, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.

Saat ini pekerjaan masuk tahap awal berupa pembersihan dan perataan lahan, sebelum berlanjut ke pekerjaan struktur dan konstruksi utama. Total kebutuhan lahan 18.731 m2 dengan progres pembebasan lahan sudah 97,33%.

Secara teknis, pembangunan mencakup 15 unit box culvert, 3 unit box underpass, 1 unit secant pile, dan 4 unit dinding penahan tanah (DPT). Ramp on dirancang 1 lajur satu arah selebar 8 meter, sedangkan ramp off 2 lajur satu arah selebar 10,15 meter.

Akses Tol Pattimura terletak di KM 451–KM 452 ruas Tol Semarang–Solo. Akses ini dapat digunakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga atau sebaliknya. Sementara kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang sudah beroperasi. 

Dengan adanya akses baru, kendaraan dari arah Semarang tak perlu memutar lebih jauh ke pusat Kota Salatiga. Hal ini diharapkan memangkas waktu tempuh dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Pembangunan dilakukan sesuai standar pelayanan minimal jalan tol dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Koordinasi terus dilakukan lintas sektor bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUJT agar pelaksanaan optimal.

Selain memperlancar mobilitas, akses ini diharapkan mendukung pengembangan kawasan produktif di Salatiga dan sekitarnya, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, logistik, dan investasi daerah.

Jalan Tol Semarang–Solo merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola PT Trans Marga Jateng, anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Total panjang ruas mencapai 72,95 kilometer. 

Ruas Tol Semarang–Solo diharapkan terus mendukung kelancaran distribusi logistik, mengurangi kepadatan di jalan nasional, serta memberi perjalanan yang lebih cepat, aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

  • Salatiga
  • Kementerian PU
  • Bangun Infrastruktur

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.