Badai Matahari Terkuat Guncang Magnetosphere Bumi pada 10-11 Mei 2024
Senin, 11 Mei 2026, 14:10 WIBJAKARTA - Aktivitas Matahari pada Mei dua tahun lalu memicu badai Matahari kuat yang berdampak langsung ke Bumi. Peristiwa ini memunculkan badai geomagnetik ekstrem pada 10â11 Mei 2024.
Mengutip NASA, Badai Matahari ini menjadi salah satu yang paling intens sejak tahun 2003. Fenomena tersebut memberikan dampak signifikan terhadap magnetosphere Bumi.
Tanda awal badai Matahari mulai terdeteksi pada akhir 7 Mei 2024. Fenomena ini ditandai dengan kemunculan dua semburan kuat di permukaan Matahari.
Dalam periode 7 hingga 11 Mei, aktivitas Matahari semakin meningkat dengan terjadinya beberapa suar Matahari intens. Terjadi pula sedikitnya tujuh lontaran massa korona atau Coronal Mass Ejection (CME) yang bergerak menuju Bumi.
Selama rentang waktu tersebut, tercatat delapan suar Matahari tergolong dalam kategori paling kuat, yakni kelas X. Salah satu yang paling signifikan mencapai tingkat X5.8.
Angka ini menunjukkan energi yang sangat besar dan berpotensi memicu gangguan pada lingkungan antariksa di sekitar Bumi. Bahkan, aktivitas ini tidak berhenti di situ.
Wilayah aktif yang sama di Matahari kembali melepaskan sejumlah suar besar setelahnya. Termasuk satu peristiwa ekstrem berkekuatan X8.7 pada 14 Mei 2024.
Temuan ini didasarkan pada pengamatan sabuk radiasi menggunakan Calorimetric Electron Telescope (CALET) yang terpasang di ISS. Peneliti memanfaatkan data lapisan detektor muatan dan kalorimeter pencitraan untuk menganalisis perubahan partikel berenergi tinggi di sekitar Bumi. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.