Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minyak Atsiri Tak Lagi Dijual Mentah, Kemenperin Perkuat Hilirisasi

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minyak Atsiri Tak Lagi Dijual Mentah, Kemenperin Perkuat Hilirisasi Doc: ANTARA/ Akbar Tado.
Ket. Pekerja melakukan penyaringan minyak nilam (minyak atsiri) yang sudah disuling di Mamuju Sulawesi Barat.

JAKARTA – Penguatan hilirisasi minyak atsiri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dan memperkuat daya saing industri nasional.

Selama ini, sebagian besar minyak atsiri masih diekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga potensi keuntungan belum optimal dinikmati di dalam negeri.

Melalui hilirisasi, minyak atsiri dapat dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti parfum, kosmetik, aromaterapi, hingga bahan baku farmasi.

Selain mendorong ekspor dan investasi, penguatan industri hilir juga berpotensi memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah penghasil.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat hilirisasi minyak atsiri nasional melalui pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi bisnis produk.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu (10/5), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam karena didukung kekayaan biodiversitas dan ketersediaan komoditas minyak atsiri yang melimpah.

"Pengembangan PFF di Bali bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi minyak atsiri nasional agar tidak diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti parfum, aromaterapi, produk spa, kosmetik, hingga produk rumah tangga berbasis bahan alam," ujarnya.

Menurut Menperin, PFF yang berlokasi di Bali memiliki peluang pasar yang sangat besar untuk pengembangan industri hilir minyak atsiri karena didukung tingginya aktivitas pariwisata serta berkembangnya industri spa dan wellness.

Selain itu, tren gaya hidup sehat turut meningkatkan kebutuhan produk aromaterapi, minyak spa, parfum, lilin aromaterapi, dan produk perawatan tubuh berbahan alami.

Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, pengembangan PFF diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri flavor dan fragrance nasional melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pengembangan inovasi produk, serta penguatan jejaring industri.

"PFF Bali tidak hanya jadi pusat pelatihan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi katalis pengembangan industri flavor dan fragrance nasional berbasis minyak atsiri. Melalui fasilitas ini, kami mengupayakan lahirnya produk-produk inovatif yang memiliki daya saing di pasar domestik dan global," kata Putu.

Sejak dikembangkan, PFF telah melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan pelatihan berbasis minyak atsiri.

Salah satu program strategis yang telah dilaksanakan adalah pelatihan sertifikasi peracikan minyak spa berbasis minyak atsiri bagi 40 pekerja migran Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Ia mengatakan, pelatihan tersebut sebagai bagian dari penguatan kompetensi tenaga kerja sektor spa dan wellness, termasuk untuk penempatan kerja ke Maldives.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.