Kecelakaan Beruntun Jalur Bromo, 6 Wisatawan Singapura Terluka

Minggu, 10 Mei 2026, 15:50 WIB

PROBOLINGGO - Kecelakaan beruntun melibatkan mobil pemumpang pengangkut rombongan wisatawan asal Singapura terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, Desa Ngadas, Probolinggo, pada Sabtu (9/5) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang diduga dipicu oleh kondisi rem blong pada kendaraan Toyota Hiace tersebut.

Kanit Gakkum Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengatakan, tabrakan melibatkan dua kendaraan Microbus Toyota HiAce yang satu di antaranya membawa rombongan WNA Singapura, satu Toyota Rush, dan satu SUV Renault.

Ket. Foto: Kecelakaan beruntun yang terjadi pukul 11.40 WIB ini melibatkan dua kendaraan Microbus Toyota HiAce satu Toyota Rush, dan satu SUV Renault. — Sumber: Istimewa

“Akibat dari kejadian tersebut korban luka ringan 3 (tiga) orang (SUV Renault) dirawat di RSUD Ar Rozy, sedangkan enam korban luka ringan penumpang hiace BE-7013-AQ dirawat di Puskesmas Sukapura,” ujarnya

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa pengemudi asli kendaraan bernomor polisi BE 7013 AQ tersebut, meminta bantuan seorang penumpang bernama Agung untuk menggantikannya. Penumpang asal Bali yang hendak menuju Surabaya itu diminta memegang kemudi lantaran sopir asli merasa kelelahan saat menempuh perjalanan.

Kecelakaan bermula saat kendaraan HiAce nopol BE 7013 AQ yang dikemudikan AE dan tujuh orang (6 WNA dan 1 WNI) berjalan dari arah selatan ke utara. Saat kondisi jalan menurun, mobil tersebut kehilangan kendali dan bergerak ke kanan masuk jalur berlawanan.

Kendaraan itu selanjutnya menabrak Toyota Rush nopol L 1695 WD yang dikemudikan MM, dan menabrak kendaraan Nissan Koleos nopol D 1785 NH dikemudikan PA berpenumpang dua orang, lalu menabrak kendaraan HiAce lainnya nopol DK 7049 FK dikemudikan EW yang berjalan dari arah utara keselatan. 

Laju kendaraan baru terhenti setelah menghantam tiang listrik di pinggir jalan. 

Polisi memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan searah dengan pemulihan kondisi para saksi kunci. Penyelidikan teknis di lokasi kejadian juga dilakukan untuk memperkuat bukti-bukti terkait kegagalan sistem pengereman.

"Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan." ujar Aditya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.