Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Magetan: Jagung SPHP Bantu Peternak saat Harga Telur Turun

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Magetan: Jagung SPHP Bantu Peternak saat Harga Telur Turun Doc: ANTARA
Ket. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono (kanan) bersama Bupati Magetan Nanik Endang dan Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto memberangkatkan truk penyaluran jagung SPHP untuk peternak ayam petelur dari gudang Bulog Gulun di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jatim, Sabtu (9/5/2026).

MAGETAN – Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog yang menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu peternak ayam petelur di daerahnya.

“Kabupaten Magetan ini menjadi daerah pertama yang mendapat dukungan dari Bapanas terkait jagung SPHP. Ini sangat membantu karena saat ini harga telur turun sementara harga pakan naik,” kata Nanik saat menghadiri penyaluran jagung SPHP di Gudang Bulog Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (09/5).

Bapanas menyalurkan sebanyak 7.700 ton jagung SPHP melalui Bulog Ponorogo untuk didistribusikan kepada peternak ayam petelur di Magetan.

Direktur Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan jagung tersebut akan disalurkan melalui koperasi peternak, di antaranya Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) Magetan dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan untuk kemudian didistribusikan ke peternak ayam layer.

"Alhamdulillah, di Magetan setelah diskusi dengan teman-teman peternak dan Bulog, sekarang sudah bisa mulai berproses untuk pembelian jagung pemerintah melalui Perum Bulog. Ini memang dibutuhkan peternak layer mandiri, baik mikro, kecil, maupun menengah," katanya.

Penyaluran jagung dilakukan melalui lima koperasi peternak di Magetan dengan sistem distribusi berbasis aplikasi digital yang didampingi Bulog agar penyaluran tercatat dan akuntabel.

Maino menjelaskan program SPHP tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga telur dan pakan ternak.

Saat ini harga jagung di tingkat peternak masih tinggi, sementara harga telur ayam ras di Magetan turun menjadi sekitar Rp22.800 per kilogram atau berada di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Di sisi lain, harga jagung sebagai bahan baku pakan tercatat mencapai Rp6.600 per kilogram.

Bapanas juga menugaskan Bulog melakukan pengadaan jagung nasional untuk cadangan pemerintah dengan target mencapai 242 ribu ton tahun ini.

“Nanti cadangan pemerintah ditargetkan sampai 1 juta ton agar cukup menjaga stabilitas. Jadi saat harga jagung tinggi, pemerintah bisa melakukan intervensi untuk membantu peternak,” kata Maino.

Selain itu, Bapanas bersama Pemerintah Kabupaten Magetan juga membahas peluang kemitraan peternak lokal dengan daerah-daerah defisit telur seperti Maluku dan Papua, yang harga telurnya disebut mencapai lebih dari Rp30 ribu per kilogram.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan mencatat produksi telur harian di wilayah tersebut saat ini surplus sekitar 81 ton. Sekitar 40 persen produksi digunakan untuk kebutuhan lokal dan 60 persen dikirim ke luar daerah.

Sementara itu, perwakilan Asosiasi Peternak Telur Magetan Surohman mengatakan bantuan jagung SPHP sangat dinantikan peternak karena selama ini biaya pakan terus meningkat sementara harga telur belum stabil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.