Peternak Sapi di Magetan Manfaatkan Kotoran Ternak Jadi Biogas

Sabtu, 09 Mei 2026, 22:59 WIB

MAGETAN – Peternak sapi perah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi biogas atau bahan bakar pengganti LPG untuk memasak dan pupuk organik cair (bio-slurry). 

Pemilik peternakan sapi perah, Naryo di Magetan, Sabtu (09/5), mengatakan pengolahan limbah ternaknya merupakan hasil kerja sama Universitas PGRI Madiun serta Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan.

Ket. Foto: Peternak sapi perah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jatim, Naryo beraktivitas di kandang sapi. — Sumber: ANTARA

"Melalui kerja sama itu, dibangun instalasi digester biogas untuk menampung kotoran sapi dari kandang dan difermentasi. Dari situ gas yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Naryo menjelaskan, di peternakan yang terdapat 45 ekor sapi tersebut, kotoran yang dihasilkan setiap hari cukup melimpah dan sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Kini, kotoran sapi tersebut diolah melalui instalasi biogas dengan kapasitas sekitar 7 meter kubik yang dikembangkan dengan pendampingan Universitas PGRI Madiun dan Dinas Peternakan setempat sejak kisaran September-Oktober 2025.

Dalam satu kali pengisian, instalasi biogasnya mampu menampung sekitar 500 kilogram kotoran sapi. Proses pengisian dilakukan dua kali dalam sepekan agar fermentasi berjalan optimal.

Dari sekitar 45 ekor sapi, setiap hari dihasilkan kotoran sekitar 20 kilogram per ekor. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk ditampung di digester dan diubah menjadi biogas untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

"Biogas ini bisa dipakai setiap saat. Saat ini sudah dimanfaatkan untuk empat rumah di sekitar kandang," jelasnya.

Pemanfaatan biogas tersebut terbukti mampu mengurangi penggunaan bahan bakar LPG, terutama untuk kebutuhan memasak dan merebus air. Meski begitu, dalam kondisi tertentu peternak masih menggunakan LPG untuk efisiensi waktu.

"Kalau untuk masak sehari-hari sudah sangat membantu, pemakaian LPG tabung menjadi jauh berkurang sehingga hemat," katanya.

Tidak hanya menghasilkan energi, limbah sisa dari proses biogas juga dimanfaatkan menjadi pupuk organik atau kompos. Ampas dari digester kemudian diolah digunakan untuk pupuk oleh petani sekitar.

"Pupuknya kita pakai sendiri dan juga untuk petani. Hasilnya bagus untuk memperbaiki unsur hara tanah," terangnya.

Naryo menilai sistem peternakan terintegrasi tersebut menjadi solusi berkelanjutan. Selain nol persen limbah, kegiatan itu juga meningkatkan nilai tambah dari limbah serta mendukung pertanian ramah lingkungan.

Pihaknya berharap pemanfaatan biogas bisa dikembangkan lebih luas, sehingga semakin banyak peternak dan masyarakat yang merasakan manfaatnya, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

  • Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.