La Liga Spanyol: Real Madrid Dilanda Kekacauan Jelang El Clasico, Mbappe hingga Mourinho Jadi Sorotan

Jumat, 08 Mei 2026, 08:00 WIB

MADRID - Real Madrid menghadapi laga panas El Clasico melawan Barcelona akhir pekan ini dalam situasi penuh tekanan dan kekacauan internal.

Pertandingan di Camp Nou pada hari Minggu (10/5) nanti bisa langsung memastikan Barcelona menjuarai La Liga apabila Madrid gagal meraih kemenangan.

Ket. Foto: Kylian Mbappe dan Jose Mourinho. — Sumber: AFP

Tim asuhan Alvaro Arbeloa kini tertinggal 11 poin dari Barcelona dengan hanya empat pertandingan tersisa. Situasi itu membuat Los Blancos terancam menutup musim tanpa trofi besar untuk dua tahun beruntun.

Di klub sebesar Real Madrid, kegagalan selalu menghadirkan tekanan luar biasa. Kini tekanan tersebut disebut telah berubah menjadi krisis internal yang semakin sulit dikendalikan.

Suasana di sekitar klub memanas. Sejumlah suporter mulai melancarkan protes terhadap Kylian Mbappe karena dianggap kurang menunjukkan komitmen terhadap tim. Selain itu, dua insiden perselisihan antarpemain dalam sesi latihan juga dilaporkan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi semakin rumit setelah presiden klub Florentino Perez dikabarkan mempertimbangkan langkah mengejutkan dengan memulangkan mantan pelatih Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu.

Arbeloa sendiri disebut tengah memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan sejumlah pemain senior sejak ditunjuk menggantikan Xabi Alonso pada Januari lalu.

Di tengah situasi tersebut, Madrid juga mendapat kabar buruk setelah bek kiri Ferland Mendy dipastikan absen sekitar lima bulan akibat cedera paha.

Persiapan Madrid menuju El Clasico pun jauh dari ideal. Surat kabar Marca melaporkan gelandang Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde nyaris terlibat perkelahian saat latihan setelah terjadi pelanggaran keras.

Marca juga menyebut hubungan antarpemain mulai retak dan beberapa pemain bahkan tidak lagi saling berbicara. “Perbedaan di antara pemain terlihat jelas,” tulis Marca.

Media Spanyol itu juga melaporkan hingga enam pemain disebut menolak berbicara dengan Arbeloa karena tekanan dan kelelahan mental yang memuncak.

Insiden lain sebelumnya juga melibatkan Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras. Namun Carreras menegaskan masalah tersebut sudah diselesaikan.

“Mengenai insiden dengan rekan setim, itu hanya masalah kecil dan sudah selesai. Hubungan saya dengan seluruh tim sangat baik,” tulis Carreras melalui Instagram.

Carreras juga menjadi sorotan setelah tertangkap kamera tertawa ketika Fran Garcia dipilih menggantikan Mendy dalam kemenangan Madrid atas Espanyol akhir pekan lalu.

Sementara itu, kondisi Mbappe juga belum pasti untuk tampil di El Clasico karena cedera hamstring. Penyerang asal Prancis itu menuai kritik tajam setelah diketahui berlibur ke Sardinia ketika masih menjalani pemulihan cedera.

Bahkan, petisi bertajuk “Mbappe Out” yang menuntut perubahan demi masa depan klub diklaim telah memperoleh hampir 30 juta tanda tangan.

Pihak Mbappe menilai kritik terhadap pemain yang menjadi top skor Madrid musim ini terlalu berlebihan. Namun Arbeloa secara tersirat juga meminta lebih banyak pengorbanan dari para pemain bintangnya.

“Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang bermain memakai tuksedo, tetapi dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan jersey penuh keringat dan lumpur,” ujar Arbeloa setelah kemenangan atas Espanyol tanpa Mbappe.

Di tengah kekacauan tersebut, nama Mourinho justru kembali muncul sebagai kandidat favorit Perez untuk menangani Madrid.

Pelatih asal Portugal itu masih dihormati Perez sejak periode pertamanya di Madrid pada 2010-2013, ketika Mourinho sukses mengganggu dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola.

Madrid sendiri dinilai kehilangan banyak figur pemimpin dalam beberapa tahun terakhir setelah kepergian pemain-pemain senior seperti Luka Modric, Toni Kroos, dan Nacho Fernandez.

Sebagian pihak percaya Mourinho bisa mengembalikan disiplin dan menyatukan ruang ganti Madrid yang terpecah. Namun tidak sedikit pula yang menilai langkah itu hanya akan menambah kekacauan baru.

Kini, sebelum memikirkan masa depan, Madrid terlebih dahulu harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Barcelona berpeluang memastikan gelar juara langsung di hadapan mereka dalam El Clasico akhir pekan ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.