- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bukan COVID-19, WHO Bongka...
Bukan COVID-19, WHO Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik 'Teror' Virus Kapal Pesiar
Jumat, 08 Mei 2026, 02:55 WIBJENEWA -Â Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar maupun pandemi global layaknya COVID-19. Meski telah mengonfirmasi lima kasus virus Andes yang memiliki kemampuan langka menular antarmanusia, WHO menilai risiko penyebaran tetap terkendali karena lingkungan penularannya yang sangat spesifik dan terbatas pada kontak dekat berkepanjangan.Â
"Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan," kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Kamis (7/5).
WHO tidak memperkirakan wabah tersebut akan berkembang menjadi epidemi besar mengingat pengalaman dan langkah yang telah diambil negara-negara anggota.
"Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan," kata Mahamud.
Para pejabat WHO mengatakan sejauh ini lima kasus telah dikonfirmasi terkait virus Andes, yakni strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.
Kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan diagnosisnya dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.
Mahamud mengatakan pasien yang terinfeksi harus tetap diisolasi, sementara individu yang terpapar perlu menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari, meski penerapannya dapat berbeda di tiap negara.
Menurut dia, sejumlah negara mungkin menerapkan karantina institusional, sementara negara lain mengandalkan pemantauan kesehatan harian oleh petugas kesehatan.
Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dari pandemi COVID-19.
"Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID," katanya. "Penyebarannya tidak sama seperti virus corona."
Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, atau kotorannya, sementara penularan antarmanusia jarang terjadi.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan PBB itu telah memberi tahu 12 negara yang warganya ikut kapal pesiar tersebut dan sebelumnya turun di Saint Helena.
Ke-12 negara itu adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk mengunjungi lokasi pengamatan burung yang diketahui memiliki tikus pembawa virus Andes.
Kapal tersebut saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary setelah mendapat izin dari Spanyol.
WHO menilai risiko penyebaran hantavirus, termasuk di Kepulauan Canary, relatif rendah.
- kapal pesiar
- who
- hantavirus
- virus andes
- mv hondius
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Donasi Ramadhan dari siswa untuk siswa di Kendari
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
30,97 Juta Orang Diprediksi Bergerak dari Jawa Barat Saat Angkutan Lebaran 2026
-
ZIS Rp3,5 Miliar Telah Disalurkan Baznas Kulon Progo pada 8.149 Mustahik
-
Hasil Eksperimen Sosial CekTemanSebelah 2.0 Tunjukkan Melaporkan Kebaikan Tingkatkan Empati Remaja 5 Kali Lipat
-
Tinjau Proyek Talavera SIG di Tuban, Wapres Gibran Dorong Penguatan Ekspor Semen
-
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam OTT di Bulan Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.