- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wabah Hantavirus di Kapal ...
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar
Kamis, 07 Mei 2026, 01:00 WIBJenewa â Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan korban hantavirus di kapal pesiar MVÂ Hondius di Samudra Atlantik kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal. Namun, penularan antarmanusia di atas kapal juga tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan.
WHO menerima laporan wabah tersebut pada 2 Mei 2026. Dari total 147 penumpang dan awak, tujuh orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Situasi masih terus berkembang.
Dikutip dari Antara, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan satu pasien kini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan dan kondisinya mulai membaik. Sementara dua pasien lain yang masih berada di kapal tengah dipersiapkan untuk evakuasi medis ke Belanda.
âRencananya, dan prioritas utama kami adalah mengevakuasi secara medis kedua individu tersebut,â ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing, sementara proses disinfeksi dan upaya kesehatan masyarakat terus dilakukan. Hingga kini, belum ada laporan pasien baru yang menunjukkan gejala.
Kapal tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol. WHO bekerja sama dengan otoritas Spanyol untuk melakukan penyelidikan epidemiologis menyeluruh serta disinfeksi total kapal.
Terkait asal-usul infeksi, Van Kerkhove menjelaskan bahwa pasien awal merupakan pasangan suami istri yang naik ke kapal dari Argentina.
âDengan mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus yang bisa berkisar antara satu hingga enam pekan, asumsi kami adalah mereka terinfeksi di luar kapal,â ujarnya.
Meski demikian, WHO juga mencatat kemungkinan penularan terbatas antarmanusia pada kontak sangat dekat. âKami meyakini kemungkinan ada penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat,â katanya.
Hantavirus sendiri dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Penularan umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Penularan antarmanusia tergolong jarang, meski pernah dilaporkan pada kasus virus Andes.
Di sisi lain, pemerintah Spanyol menyatakan siap menerima kapal tersebut di Kepulauan Canary sesuai hukum internasional dan prinsip kemanusiaan. Permintaan ini diajukan WHO bersama Uni Eropa karena posisi kapal berada di dekat Tanjung Verde yang dinilai tidak memiliki kapasitas penanganan.
- Hantavirus
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bersihkan Lingkungan! Dinkes Tangsel Minta Warga Waspadai Risiko Terpapar Hantavirus
-
Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus Hingga Awal Mei 2026
-
Spanyol Izinkan Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus Berlabuh di Kepulauan Canary.
-
Wabah Misterius di Kapal Pesiar Atlantik: 3 Tewas, Hantavirus Diduga Jadi Penyebab
-
Arus Mudik Tol Cikampek Padat, Jasa Marga Minta Pemudik Cek CCTV dan Travoy
-
Polres Karimun Patroli di SPBU Antisipasi Kepanikan Pembelian BBM
-
Palembang Uji Napas Baru: CFD Hadir di Ikon Jembatan Ampera, Catat Tanggal Mulainya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.