Investasi Vital Bagi Penciptaan Lapangan Kerja Formal
Kamis, 07 Mei 2026, 01:00 WIBJakarta â Investasi memegang peran vital dalam menciptakan lapangan kerja formal yang berkelanjutan. Melalui dorongan investasi, baik dari pemerintah maupun swasta, sektor-sektor produktif dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah lebih besar.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi menjadi kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja formal di Indonesia, di tengah dominasi pekerja sektor informal.
Hal ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah pekerja informal masih lebih besar dibandingkan pekerja formal. âKalau kita berbicara masalah bagaimana cara menciptakan lapangan pekerjaan formal tidak lepas dari investasi, baik investasi pemerintah maupun investasi swasta,â kata Faisal di Jakarta, Rabu (6/5).
Seperti dikutip dari Antara, Faisal menjelaskan, investasi pemerintah berkaitan erat dengan kebijakan fiskal yang mampu mendorong sektor-sektor produktif, sekaligus menciptakan insentif bagi swasta untuk memperluas usaha dan menyerap tenaga kerja. âInvestasi pemerintah ini tidak lepas dari kaitannya kebijakan fiskal yang mendorong sektor-sektor dan juga insentif, sistem insentif dan disinsentif yang mendorong swasta untuk berinvestasi lebih besar dan menyerap lebih banyak pengangguran atau angkatan kerja,â ujarnya.
Data BPS mencatat jumlah pekerja informal meningkat dari 86,58 juta orang menjadi 87,74 juta orang pada periode Februari 2025 hingga Februari 2026. Sementara itu, pekerja formal hanya naik tipis dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang.
Menurut Faisal, kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pemerintah dalam mendorong sektor industri yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya untuk menyerap tenaga kerja muda secara formal. Dengan status formal, pekerja diharapkan memperoleh perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.
âIndustri manufakturnya juga harus dilihat bagaimana iklim kerja atau iklim usaha yang bisa mendorong peningkatan kuantitas dan juga kualitas hidup dari buruh,â kata Faisal.
Ia menambahkan, penciptaan lapangan kerja tidak hanya bergantung pada jumlah investasi, tetapi juga kualitas tenaga kerja yang tersedia. Karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dan daya saing angkatan kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
âDari sisi demand, dari tenaga kerjanya ini juga berarti di samping kuantitas juga harus ada adaptasi dan transformasi dalam kualitas tenaga kerja lulusan dari sekolah-sekolah termasuk sekolah tinggi untuk bisa semakin menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan kebutuhan zaman,â ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan di Jalan Tol Malaysia
-
Morowali Utara Dinilai Simbol Paradoks: Investasi Melejit, Infrastruktur Masih Tertinggal
-
Selamat Pagi, Tarif 10% Baru Trump Mulai Berlaku dan Sedang Disiapkan yang 15%
-
Pesawat Cessna Jatuh di Carolina Utara, Mantan Pembalap Greg Biffle dan Keluarganya Tewas
-
Pengamat: Buruknya Kualitas Lapangan Kerja RI karena Tingkat Pendidikan yang Rendah
-
Gol Jelang Menit Akhir Selamatkan Valencia dari Zona Degradasi
-
Kebun Binatang Ragunan Alami Lonjakan Wisatawan, Pengaturan Lalin Akan Dievaluasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.