IPM Kota Bekasi Tembus Angka 84, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Rabu, 06 Mei 2026, 22:47 WIB

Bekasi - Indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025 menembus angka 84,43, tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan tren peningkatan setiap tahunnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) daerah setempat.

"Capaian ini turut menjadi indikator penting bahwa Kota Bekasi tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari aspek kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di Bekasi, Rabu.

Ket. Foto: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono (kedua dari kiri) saat meresmikan ducting kabel perdana terintegrasi di Taman Cut Mutia Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (5/5/2026). — Sumber: Antara

Menurut data BPS, skor IPM Kota Bekasi 2025 mencapai 84,43 atau meningkat 0,88 poin dibandingkan tahun 2024 yakni 83,55. Pencapaian ini menempatkan daerah itu sebagai kota dengan kategori IPM sangat tinggi sekaligus menjadi terbaik kedua se-Jawa Barat.

Tak hanya itu, skor IPM 2025 menjadi paling tinggi dalam kurun beberapa tahun terakhir dengan tren peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2020 tercatat sebesar 81,50 naik menjadi 81,95 pada 2021 serta 82,46 di tahun 2022. Selanjutnya 83,06 pada 2023 serta 83,55 di tahun 2024.

Tri Adhianto menyebut peningkatan IPM ini tidak terlepas dari penguatan pada tiga dimensi utama pembangunan manusia mencakup kesehatan melalui upaya peningkatan derajat kesehatan, penguatan layanan kesehatan hingga peningkatan akses fasilitas kesehatan.

Kemudian aspek pendidikan melalui perluasan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana serta penguatan mutu tenaga pendidik dengan hasil meningkatnya indikator harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS), menandakan semakin tinggi kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan.

Terakhir, dimensi standar hidup layak ditandai pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif yang turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, tercermin dari meningkatnya pengeluaran riil per kapita selaku indikator daya beli dan kualitas hidup masyarakat.

Dirinya menegaskan pencapaian impresif ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta serta partisipasi aktif masyarakat yang sekaligus menjadi bukti nyata implementasi program pembangunan semakin tepat sasaran.

"Capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses pendidikan dan kesehatan serta memastikan kesejahteraan masyarakat dirasakan secara merata," ujarnya.

Dia mengaku optimistis tren peningkatan IPM ini mampu mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah berkelanjutan yang akan terus menghadirkan kenyamanan bagi wilayah sekaligus kesejahteraan untuk warganya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.