Awal yang Bagus! Yogurt RI Asal Bogor Tembus Pasar Vietnam
Rabu, 06 Mei 2026, 19:00 WIBJAKARTA â Ekspor perdana yogurt ke Vietnam menandai langkah penting dalam diversifikasi produk olahan susu Indonesia ke pasar regional.
Ini menunjukkan bahwa industri pengolahan dalam negeri mulai mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan internasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah dibandingkan ekspor bahan baku.
Dari sisi pasar, Vietnam menawarkan prospek yang menarik dengan pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya kesadaran terhadap konsumsi produk sehat.
Momentum ini membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk memperluas pangsa pasar, terutama jika mampu menjaga konsistensi kualitas, branding, dan rantai pasok.
Namun, keberlanjutan ekspor ini tetap bergantung pada daya saing harga, efisiensi logistik, serta kemampuan beradaptasi dengan preferensi konsumen lokal.
Tanpa itu, ekspor perdana berisiko hanya menjadi pencapaian simbolik, bukan awal dari penetrasi pasar yang berkelanjutan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melepas ekspor perdana produk yogurt ke Vietnam senilai 65 ribu dolar AS atau setara Rp1,13 miliar dari PT Cisarua Mountain Dairy Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Direktur Jenderal PEN Fajarini Puntodewi menyampaikan, pencapaian ini membuktikan kualitas produk dairy Indonesia mampu memenuhi standar internasional dan mengikuti selera pasar.
"Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/5).
Kinerja ekspor produk olahan susu (dairy product) Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai 71,68 juta dolar AS, dengan tren pertumbuhan sebesar 2,35 persen sepanjang 2021-2025.
Pertumbuhan signifikan terlihat pada Januari-Februari 2026, di mana ekspor produk olahan susu mencapai 14,81 juta dolar AS atau tumbuh sebesar 63,43 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Khusus untuk komoditas yogurt, nilai ekspor Indonesia ke dunia mencapai 1,45 juta dolar AS sepanjang Januari-Februari 2026 atau naik sebesar 50,30 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Puntodewi mengatakan Kemendag menyediakan berbagai fasilitas untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Fasilitasi yang dapat dimanfaatkan, yakni program misi dagang, pameran internasional, penjajakan bisnis (business matching), serta peningkatan kapasitas eksportir terkait pemenuhan standar mutu internasional.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi demi memperkuat posisi produk Indonesia di pasar
global," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.