Sinner Mengincar “Golden Masters” di Roma

Selasa, 05 Mei 2026, 06:38 WIB

MADRID - Petenis peringkat satu dunia Jannik Sinner tak butuh waktu lama untuk mengalihkan fokus usai mencatat sejarah di Madrid. Petenis Italia berusia 24 tahun itu kini mengincar satu kepingan terakhir dalam ambisinya menyempurnakan “Golden Masters” dengan menaklukkan turnamen di Roma pekan depan. Juara di Roma akan menempatkannya sebagai pemain kedua dalam sejarah yang menjuarai keseluruhan sembilan turnamen Masters 1000.

Sinner menorehkan tonggak sejarah baru saat menjadi pemain pertama yang memenangi lima gelar Masters 1000 secara beruntun, Senin (4/5) dini hari WIB. Dia melakukannya dengan cara meyakinkan, mengalahkan Alexander Zverev 6-1, 6-2 hanya dalam 57 menit. Gelar Madrid Open melengkapi rentetan kemenangannya sebelumnya di Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte Carlo.

Ket. Foto: Jannik Sinner dari Italia merayakan kemenangannya dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final tunggal turnamen tenis ATP Tour Madrid Open 2026 melawan Alexander Zverev dari Jerman di Caja Magica, Madrid, pada 3 Mei 2026. — Sumber: Oscar DEL POZO / AFP

Kini hanya Roma yang belum masuk dalam koleksinya. Sinner berpeluang memperbaiki pencapaian musim lalu, ketika dia harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Carlos Alcaraz di final, yang kala itu menjadi turnamen pertamanya setelah menjalani skorsing doping selama tiga bulan. Jika mampu keluar sebagai juara, Sinner akan mengikuti jejak Novak Djokovic sebagai satu-satunya pemain yang pernah menyapu bersih sembilan gelar Masters.

“Bermain di rumah selalu istimewa. Secara fisik saya baik-baik saja, tidak ada alasan untuk tidak tampil di Roma. Saya senang bisa kembali ke sana; itu sangat berarti bagi saya,” ujar Sinner. Dia juga mengenang pengalaman emosional tahun lalu di Roma yang memberinya dukungan besar setelah masa sulit. Namun, Sinner menegaskan bahwa memenangkan turnamen bukan perkara mudah. “Semua turnamen itu sulit. Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” ucapnya.

Meski demikian, prioritas terdekatnya adalah pemulihan. Sinner mengakui telah menguras energi besar sepanjang turnamen di Madrid. “Sejujurnya, sekarang saya hanya ingin beristirahat secara mental selama dua hingga tiga hari. Energi yang dicurahkan sangat besar,” jelasnya.

Dominasi Sinner musim ini, baik di lapangan keras maupun tanah liat, tak lepas dari tekanan ekspektasi yang terus meningkat. Dia mengakui pentingnya menjaga keseimbangan mental di tengah tuntutan tinggi. “Saya ingin menikmati momen ini. Turnamennya sangat panjang,” tambahnya. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.