- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wabah Hantavirus di Kapal ...
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Tiga Penumpang Tewas
Senin, 04 Mei 2026, 03:52 WIBTANAH VERDE - Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik.
Menurut The Guardian, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai, demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia kepada Agence France-Presse pada hari Minggu (3/5).
Dari enam orang yang terdampak, tiga meninggal dan satu dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan, tambah WHO. Dua dari mereka yang meninggal adalah pasangan suami istri berusia 70 dan 69 tahun.
Menurut BBC, orang yang dirawat di unit perawatan intensif adalah warga negara Inggris berusia 69 tahun.
Wabah tersebut dilaporkan terjadi di atas kapal MV Hondius, yang sedang berlayar antara Argentina dan Tanjung Verde.
Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan tur Belanda, Oceanwide Expeditions. Perusahaan tersebut belum menanggapi permintaan komentar.
Sebelumnya pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kepada AFP bahwa telah terjadi wabah "penyakit pernapasan akut parah" yang telah menewaskan sedikitnya dua orang, dengan satu orang lainnya dirawat di unit perawatan intensif di Johannesburg.
Pasien yang dirawat di Johannesburg dinyatakan positif terinfeksi hantavirus, yaitu sekelompok virus yang dapat menyebabkan demam berdarah, kata juru bicara Afrika Selatan, Foster Mohale.
Hantavirus biasanya ditularkan melalui kontak dengan urin atau feses hewan pengerat yang terinfeksi, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini dapat menyebar antar manusia. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah.
Orang pertama yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang berusia 70 tahun. Ia meninggal di kapal dan jenazahnya saat ini berada di pulau Saint Helena, wilayah seberang laut Inggris di Atlantik Selatan, kata Mohale.
Istri pria tersebut yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana ia meninggal di sebuah rumah sakit di Johannesburg.
Kewarganegaraan mereka belum dikonfirmasi, tetapi sebuah sumber yang dekat dengan kasus tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pasangan suami istri asal Belanda termasuk di antara korban tewas.
Hingga Minggu malam, masih ada korban jiwa ketiga di dalam pesawat.
Penumpang lainnya, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun, juga dievakuasi ke Johannesburg, di mana ia dirawat di unit perawatan intensif.
Menurut sumber anonim tersebut, diskusi sedang berlangsung untuk memutuskan apakah dua penumpang yang sakit lainnya harus diisolasi di rumah sakit di Cape Verde, sebuah kepulauan di lepas pantai barat Afrika, setelah itu kapal akan melanjutkan perjalanannya ke Kepulauan Canary di Spanyol.
WHO mengatakan pihaknya "memfasilitasi koordinasi" antara otoritas nasional dan operator kapal untuk mengatur evakuasi medis terhadap dua penumpang yang menunjukkan gejala.
Kapal MV Hondius terdaftar sebagai kapal pesiar kutub di situs web beberapa agen perjalanan. Salah satu pelayaran menawarkan rute yang berangkat dari Ushuaia di Argentina dan berlayar ke Tanjung Verde, dengan singgah di pulau Georgia Selatan dan Saint Helena.
Kapal tersebut dapat menampung sekitar 170 penumpang dan memiliki 70 awak kapal. Menurut beberapa situs pelacakan kapal daring, MV Hondius berada di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada hari Minggu.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan: "Kami memantau dengan cermat laporan tentang potensi wabah hantavirus di kapal pesiar Hondius dan siap mendukung warga negara Inggris jika diperlukan. Kami sedang berhubungan dengan perusahaan kapal pesiar dan otoritas setempat."
- Hantavirus
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Polres Karimun Patroli di SPBU Antisipasi Kepanikan Pembelian BBM
-
Spanyol Izinkan Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus Berlabuh di Kepulauan Canary.
-
Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus Hingga Awal Mei 2026
-
Palembang Uji Napas Baru: CFD Hadir di Ikon Jembatan Ampera, Catat Tanggal Mulainya!
-
Wabah Misterius di Kapal Pesiar Atlantik: 3 Tewas, Hantavirus Diduga Jadi Penyebab
-
Arus Mudik Tol Cikampek Padat, Jasa Marga Minta Pemudik Cek CCTV dan Travoy
-
Bersihkan Lingkungan! Dinkes Tangsel Minta Warga Waspadai Risiko Terpapar Hantavirus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.