- Home
-
- Megapolitan
-
- Rayakan Hardiknas, Pemprov...
Rayakan Hardiknas, Pemprov DKI Jakarta Berangkatkan 561 Tenaga Kerja SMK ke 3 Negara
Senin, 04 Mei 2026, 13:58 WIBJAKARTA - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menunjukkan hasil konkret dari penguatan pendidikan vokasi. Sebanyak 561 alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) resmi dilepas untuk bekerja di luar negeri, yakni ke Jepang, Malaysia, dan Jerman.
Pelepasan dilakukan dalam rangkaian upacara Hardiknas di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5). Program tersebut menjadi salah satu fokus utama Pemprov DKI dalam menyiapkan lulusan pendidikan yang tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar tenaga kerja global.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan keberangkatan ratusan alumni SMK tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Jakarta mulai menunjukkan arah yang lebih kompetitif. Menurutnya, lulusan SMK kini harus memiliki peluang yang lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.
"Inilah wajah baru pendidikan vokasi Jakarta. Lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global," ujar Rano.
Program itu menjadi bagian dari inisiatif SMK Naik Kelas, Alumni Mendunia yang tengah didorong Pemprov DKI. Melalui program tersebut, sekolah vokasi diarahkan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri internasional, termasuk kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan kesiapan mental bekerja di luar negeri.
Negara tujuan yang dipilih juga mencerminkan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil dari Indonesia. Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan utama tenaga kerja sektor teknis, sementara Jerman membuka peluang di sektor kesehatan dan industri, serta Malaysia untuk sektor jasa dan manufaktur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penguatan pendidikan tidak hanya berhenti pada akses sekolah gratis atau bantuan pendidikan. Menurutnya, lulusan juga harus dipastikan memiliki masa depan yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.
"Hari Pendidikan Nasional di DKI Jakarta terasa istimewa karena ada sejumlah kebijakan yang menindaklanjuti penguatan akses pendidikan," kata Pramono.
Selain melepas alumni SMK ke luar negeri, Pemprov DKI juga mencairkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap I 2026 bagi 15.825 mahasiswa dengan total anggaran Rp142,4 miliar. Pemprov juga menjalankan program pemutihan ijazah bagi ribuan siswa yang ijazahnya tertahan.
Rano menegaskan pendidikan harus menjadi alat mobilitas sosial bagi masyarakat. Ia menilai kesempatan kerja global bagi lulusan SMK menjadi salah satu cara memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Menurut dia, Jakarta harus mampu mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat.
- Pendidikan
- pendidikan vokasi
- Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
- Kualitas SDM
- Pemprov DKI Jakarta
- pekerja luar negeri
- Pasar Tenaga Kerja
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Siap Go Internasional! Kemenperin Cari Talenta Terbaik Buat WorldSkills ASEAN 2027
-
Cara Cek Status PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Pakai NIK dan NISN
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.